Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks, Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan

Football5Star.com, Indonesia – Bek keturunan Indonesia, Kevin Diks, mengaku merasa dibohongi oleh pelatih AC Milan, Stefano Pioli. Hal itu saat Pioli masih menahkodai timnya Diks saat ini, Fiorentina.

Kevin Diks memang sempat keluar-masuk Fiorentina seak pertama kali datang musim 2014-2015. Salah satu masa peminjaman paling berbekas buat bek 23 tahun itu ialah saat memperkuat Feyenoord. Dia di sana mendapatkan pengalaman jadi juara Piala Belanda dan Piala Super Belanda serta main di Liga Champions.

Diks menyebut kalau membela Feyenoord sangat berharga dalam kariernya. Apalagi, selama di sana dia pernah bermain di markas Manchester City hingga Napoli.

“Saya ke Feyenoord selama 1 tahun. Musim yang bagus, naik turun dan banyak belajar. Tentu pengalaman indah seperti main di Liga Champions, saya main hampir di semua pertandingan tandang, seperti Manchester City, Shakhtar Donetsk, Napoli,” ungkap Kevin Diks dikutip dari YouTube Yussa Nugraha.

Bek Keturunan Indonesia, Kevin Diks Merasa Dibohongi Pelatih AC Milan

“Memenangi Piala Belanda (KNVB) bersama Feyenoord, dan juga setelah itu saya ikut latihan timnas Belanda, trial di Jong Oranje,” sambung bek yang memiliki keturunan Indonesia kakek dan nenek dari sang ibu itu.

Akan tetapi ada satu hal yang mengganjal dari Kevin Diks. Dia pernah dijanjikan Stefano Pioli yang kini menahkodai AC Milan untuk jadi andalan di Fiorentina. Padahal, saat itu dia memiliki opsi untuk bertahan bersama Feyenoord.

“Saya berkata ke agen saya, ingin kembali ke Fiorentina dan ikut pramusim. Akhirnya saya bermain di pramusim, dan pelatih bilang waktu itu (Stefano Pioli), ‘Anda nggak boleh pergi kamu bek lapis kedua, saya lihat potensi Anda’,” cerita Diks.

“Saya menghormati itu (kata-kata Pioli) dan saya tetap di Fiorentina. Tapi pada akhirnya saya tak pernah dapat menit bermain, yang saya masih belum mengerti (penyebabnya) sampai hari ini,” tutup Kevin Diks.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More