Bepe Pernah Diancam Mati Saat Disebut Tinggalkan Persija Demi PSM

Football5Star.com – Ketika berkarier sebagai pemain, Bambang Pamungkas mengaku sempat mendapatkan teror. Dia bahkan sempat diancam mati oleh orang tak dikenal saat dikabarkan akan cabut dari Persija Jakarta.

Pengalaman Bepe, sapaan karibnya, terjadi pada 2002 silam. Saat itu, Bepe bercerita kalau dirinya padahal tengah mengalami cedera patah tulang pascaPersija melawan Arema di Stadion Lebak Bulus.

Cedera itu membuatnya harus absen hingga enam bulan. Tapi, Bambang Pamungkas tetap dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia di bawah Ivan Kolev jelang Piala Tiger ada ujung tahun.

Bepe Pernah Diancam Mati Saat Disebut Tinggalkan Persija Demi PSM
Instagram Bepe20

Performa Bepe yang mengilap saat itu membuat sejumlah klub kesengsem. Diakui Bepe sendiri kalau beberapa klub sempat menghubunginya, dari mulai PSM Makassar, PSMS Medan, PSPS Pekan Baru, dan Persikota.

Pada satu malam saat sekamar dengan Aples Tecuari, Bepe mendapatkan telepon dari orang tak dikenal. Dalam web pribadinya, Bambang menyebut kalau telepon itu intinya menyebut kalau sampai dia pindah dari Persija, dirinya akan mati.

Teman sekamarnya Aples sempat menganggap Bepe bercanda. “Sama siapa pe’aaaaa?”, tanya Aples setengah tertawa dalam laman pribadinya. “Ngga-ngga ini serius, Ples,” jawab Bepe. “Ah yang bener lo, siapa yang ngancem?, tanya Aples.

Pria yang kini menjabat sebagai manajer Persija itu sempat menelpon balik nomor tak dikenal tersebut tapi nyatanya yang menjawab mesin. Padahal, Bepe mengatakan kalau sudah menandatangani kontrak baru dengan durasi tiga tahun bersama Persija meski saat itu tengah mengalami cedera parah.

“Melihat banyaknya klub yang mengincar saya, dan tidak mau kehilangan service saya, maka Persija pun segera memagari saya. Kontrak saya yang sejatinya masih tersisa enam bulan lagi pun diperpanjang hingga tiga tahun ke depan,” tulis Bepe.

Hal itu membuat suami dari Tribuana Tungga Dewi itu merasa trauma. Bambang Pamungkas akhirnya memutuskan tak akan mengangkat nomor telepon yang tidak ada dalam kontak pribadinya bahkan hingga saat ini.

“Bahkan dalam beberapa kesempatan, telefon dari menteri atau ajudan presiden pun tidak saya angkat, jika nomernya tidak saya kenali. Setelah mereka mengirimkan pesan pendek, barulah saya yang menelefon balik. Ada perasaan unsecure dan tidak nyaman, ketika ingin mengangkat telefon dari nomer yang tidak dikenal,” tutup Bambang.