Berita Terkini: Belgia Lebih Senang Lawan Tim Kuat Ketimbang yang Lemah

Gelandang Axel Witsel merasa timnas Belgia sekarang sudah kembali menjadi salah satu klub kuat di Eropa. Karenanya, dia mengatakan, Belgia akan lebih nyaman saat berhadapan dengan sesama tim kuat lain.

Bukan bermaksud sesumbar, Witsel mengaku tingkat kesulitan menghadapi tim lemah justru lebih tinggi. Pasalnya, saat menghadapi tim yang lebih lemah, Belgia harus berjuang keras membongkar permainan bertahan.

Sementara, saat menghadapi tim yang sama kuat atau bahkan lebih, potensi permainan terbuka lebih besar. Situasi itu yang dinilai memudahkan Belgia untuk menampilkan permainan terbaik.

“Hari ini kami memiliki status. Itu berarti mayoritas tim mana saja yang bermain melawan kami akan menempatkan barikade di depan pertahanan mereka, dan kami harus beradaptasi dengan itu,” kata Witsel kepada ESPN.

“Lebih mudah untuk bermain, misalnya, menghadapi lawan-lawan seperti Jerman atau Spanyol karena mereka akan menginginkan bermain terbuka sehingga meninggalkan celah (di belakang). Ini lebih gampang bagi kami daripada bermain melawan tim kecil yang menumpuk semua pemain di belakang dan mencoba untuk mencetak gol dengan satu atau dua peluang melalui serangan balik,” tambahnya.

Saat melawan Finlandia yang bermain bertahan, Belgia cuma bisa imbang 1-1. Witsel merasa, situasi serupa akan dirasakan pada pertadingan persahabatan terakhir jelang Piala Eropa 2016 menghadapi Norwegia.

“Saya pikir kami akan melihat sesuatu yang sama dengan apa yang kami lihat kala melawan Finlandia. Saya tidak berpikir mereka tipe tim yang akan datang ke tempat kami dan mencoba untuk bermain terbuka. Mereka akan banyak mengandalkan fisik dan tinggal bagaimana kami untuk beradaptasi,” tandas Witsel.

Belgia akan menghadapi Italia, Republik Irlandia, dan Swedia, di Grup D pada gelaran Piala Eropa 2016. Ini akan menjadi penampilan pertama mereka di Piala Eropa sejak 2000.

Comments
Loading...