Berita Terkini: Pesta Meriah Menyambut Kepulangan Skuat Albania dari Piala Eropa 2016

Tim nasional Albania memang tak berhasil lolos ke babak 16-besar Piala Eropa. Namun, fakta itu tak lantas melunturkan rasa bangga masyarakat terhadap perjuangan tim selama di Prancis.

Tengok saja ketika Lorik Cana dkk. pulang dari Prancis. Pesta meriah menjadi sambutan dari pemerintah dan masyarakat Albania. Termasuk dengan konvoi bus atap terbuka dan karpet merah.

Tak hanya itu, bonus 1 juta euro juga sudah menanti untuk para penggawa timas Albania. Selain itu, setiap nama pemain juga akan diukir di gerbang masuk stadion nasional di Albania.

“Nama kalian akan terukir di gerbang masuk menuju stadion nasional!” janji Perdana Menteri Albania, Edi Rama, seperti dilansir BBC Sport.

Ini mungkin terdengar seperti sebuah apresiasi yang berlebihan untuk tim yang harus tersingkir dari fase grup dengan hanya mengoleksi satu kemenangan dan satu gol.

Tapi, kenyataannya prestasi itu sudah terbilang sangat membanggakan bagi Albania pada partisipasi perdananya di turnamen akbar sekelas Piala Eropa. Mereka tetap disambut dengan pesta meriah sepulang ke ibu kota Tirana, Kamis (23/6).

Berkat kemenangan perdana di Piala Eropa 2016 saat melawan Rumania, Albania bahkan nyaris lolos ke babak 16-besar. Sayang, dalam klasemen kecil tim peringkat ketiga terbaik, Albania hanya berada di urutan terbawah karena defisit dua gol.

Satu penghargaan lain diberikan kepada kaptent tim, Lorik Cana, yang diberikan kunci masuk ke Kota Tirana, sebagai tanda respek dari pemerintah Albania, yang juga telah menjanjikan paspor diplomatik kepada semua pemain.

“Anda telah memberikan kami apa yang kami rindukan selama beberapa dekade,” ujar Skender Bellova, seorang komentator radio sepak bola di negara Balkan.

Bermodal pencapaian spesial itu, pelatih asal Italia, Gianni de Biasi, juga menegaskan akan terus bertahan menjadi pelatih kepala Albania.

“Saya pikir dunia sepak bola mulai memandang kami dengan serius. Jika mukjizat dapat dibangun di atas kekalahan, apa yang kami lakukan di Prancis bisa menjadi awal dari sebuah keajaiban. Saya akan terus tinggal di untuk tetap bekerja menuju ke arah itu… keajaiban,” bilang dia.

Comments
Loading...