Berita Top 3 Liga Italia: Juventus Pasang Harga Rp 891 Miliar untuk Alex Sandro

Berikut kami telah merangkum top 3 berita Liga Italia:

1. Juventus Pasang Harga Rp 891 Miliar untuk Alex Sandro

Juventus memasang banderol bek kiri Alex Sandro paling rendah 60 juta euro (sekitar Rp 891,750 miliar). Harga ini sudah lebih dari dua kali lipat ketika Bianconeri membelinya pada musim panas 2015 dari FC Porto.

Bek kiri asal Brasil ini menjadi incaran sejumlah klub elite Eropa. Manchester City dan Chelsea disebut-sebut sebagai pihak yang paling ingin mendapatkan pemain 26 tahun tersebut.

Bahkan, laporan yang beredar mengatakan bahwa Chelsea akan mengadakan pertemuan dengan Juventus pada pekan ini untuk membicarakan kemungkinan transfer. Tetapi tawaran yang dilayangkan Chelsea hanya 40 juta euro (sekitar Rp 594,878 miliar).

Sebenarnya Juventus sudah meraup keuntungan besar jika menerima penawaran Chelsea. Sebab, Si Nyonya Besar hanya mengeluarkan 26 juta euro (sekitar Rp 386,662 miliar) ketika memboyongnya dari Porto.

Namun Juventus sepertinya tak rela kehilangan Alex Sandro sehingga mereka mematok harga yang sangat tinggi. Tuttosport mengatakan bahwa Juventus hanya akan mempertimbangkan penawaran yang paling rendah 60 juta euro.

Alex Sandro memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perjalanan Juventus pada musim 2016-2017. Pemain yang terikat kontrak hingga Juni 2020 ini mencetak tiga gol dan membuat tujuh assist dalam 43 pertandingan kompetitif.

2. Douglas Costa Cocok Gabung Juventus

Winger Bayern Munich Douglas Costa dinilai cocok pindah ke Juventus. Hal itu merupakan pendapat dari mantan pelatih Shakhtar Donetsk Mircea Lucescu.

“Costa pemain hebat dan anak yang baik, tapi dia membutuhkan lingkungan yang merangsangnya. Jika Anda bertanya kepada saya, saya akan menyuruhnya pergi ke Juve,” kata Lucescu kepada Tuttosport.

Lucescu tahu betul kemampuan Costa. Ia adalah sosok yang membawa Costa ke Eropa saat melatih Shakhtar Donetsk. Bersama klub Ukraina itu, Costa tampil dalam 200 laga, sebelum akhirnya pindah ke Munich pada 2015.

Di Allianz Arena, Costa jarang mendapat kesempatan bermain. Padahal, penampilan pemain asal Brasil itu tak pernah mengecewakan.

Dengan masih bertahannya Arjen Robben dan Franck Ribery, Costa kemungkinan akan kembali sulit menembus tim utama. Lucescu pun menyarankan pemain 26 tahun itu untuk pindah ke Juventus.

“Itu karena Serie A tetap menjadi salah satu liga paling rumit secara taktis. Di Bundesliga, semua tim bermain dengan cara yang sama, sementara di Italia ada variasi yang bagus.”

“Variasi itu memaksa pemain untuk memperbaiki dan berkembang. Saya pikir Douglas Costa di Juventus akan melakukan lompatan kualitas, tapi jangan biarkan saya mengelola transfer. Dia bisa bermain di mana saja, bahkan sebagai ‘trequartista’. Costa pemain taktis, cocok untuk Italia,” Lucescu mengakhiri.

2. Douglas Costa Cocok Gabung Juventus

Gelandang Inter Milan yang kini dipinjamkan ke Palmeiras Felipe Melo menilai 11 adalah pelatih berkelas. Ia pun yakin La Beneamata akan lolos ke Liga Champions jika Mancini bertahan.

“Jika Mancini tidak pergi, Inter Milan akan berada di Liga Champions saat ini. Aku tidak ragu lagi, aku bisa mengatakannya 100 persen. Mancini adalah Interisti, dia mengenal Nerazzurri dengan baik dan dia benar-benar pelatih terbaik untuk tim kami,” kata Melo kepada FCInterNews.

Inter memecat Mancini pada pramusim. La Beneamata kemudian tak stabil musim lalu dan gonta-ganti pelatih. Mulai dari Frank de Boer, Stefano Pioli hingga Stefano Vecchi. Untuk musim depan, Inter Milan akan ganti pelatih lagi. Mereka akan menunjuk mantan pelatih AS Roma, Luciano Spalletti.

“Mancini orang yang sangat cerdas, pelatih hebat. Musim panas yang lalu itu sulit, semua orang mengingat kekalahan besar yang terjadi antara Amerika Serikat dan Oslo, tapi berapa banyak yang mengatakan bahwa kami melakukan perjalanan ribuan kilometer dengan hampir tidak ada pemain yang bisa dipilih?”

Melo menjelaskan, selama pramusim, pemain yang bermain selalu sama, dan Inter menghabiskan lebih banyak waktu di pesawat terbang daripada bekerja di lapangan.

“Aku memikirkan pemain Bayern Munich dan Paris Saint-Germain. Aku berbicara kepada mereka dan mereka tidak dapat mempercayai situasi logistik kami.”

“Mancini benar-benar marah dengan isu-isu ini, dan pada saat bersamaan tidak ada kejelasan dari pemilik. Ada begitu banyak kebingungan. Saya ulangi, Mancini sempurna untuk kami dan Anda melihat bagaimana musim berjalan tanpa dia,” Melo mengakhiri.

Comments
Loading...