Insiden di Bandung, BOPI Siap Hentikan Kompetisi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengutuk keras tindakan pengeroyokan terhadap suporter Persija Jakarta, Haringga Sirilia. Pengeroyokan tersebut berujung kematian beberapa saat sebelum laga Persib vs Persija dimulai.

BOPI pun tak segan untuk menghentikan sementara seluruh kompetisi sepakbola di Indonesia jika Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak kunjung bisa menangani masalah ini. BOPI memberikan tenggat waktu satu pekan untuk PSSI.

Meninggalnya suporter saat menonton sepak bola bukanlah yang pertama di Indonesia. Berdasarkan data dari Save our Soccer (SOS), sejak tahun 2008, ada sekitar 49 suporter yang meninggal dengan berbagai alasan.

Di tahun 2018 saja, hingga bulan September 2018, lima suporter tewas karena sepak bola. Kelima korban meninggal dengan berbagai alasan. Salah satu yang masih mendapatkan sorotan adalah meninggalnya suporter Persita Tangerang, alm. Banu Rusman saat menyaksikan laga Persita vs PSMS Medan.

Kasus Bani mendapatkan sorotan lebih karena berdasarkan data dari SOS, pelaku pengeroyokan adalah tentara. Ketua Umum PSSI saat itu menyatakan sikapnya untuk mengusut tuntas.

Berikut ini rilis resmi dari BOPI:

  1. Mengutuk keras insiden di GBLA dan berharap ini menjadi yang terakhir dalam dunia olahraga profesional di Tanah Air
  2. Meminta PT LIB dan PSSI bersikap lebih serius menangani kasus ini karena sejumlah kasus serupa sebelumnya telah terjadi tapi tidak diikuti dengan langkah pemecahan masalah yang konkret. Jika PSSI dan PT LIB gagal menangani masalah ini dalam waktu 1 (satu) pekan, BOPI akan mempertimbangkan langkah pemberhentian sementara kompetisi sepak bola nasional di Tanah Air
  3. Meminta klub-klub peserta liga lebih aktif menertibkan kelompok suporternya, termasuk melakukan pembinaan secara lebih intens dan menyeluruh
  4. Meminta semua elemen suporter sepak bola di Indonesia menghentikan permusuhan dan fokus membangun kompetisi sepak bola profesional yang lebih mandiri, profesional, dan bermartabat.
  5. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menyebarkan gambar atau video terkait insiden di GBLA maupun di stadion lain karena hanya akan memperkeruh suasana, meningkatkan tensi ketegangan, dan semakin menimbulkan persepsi negatif tentang kompetisi sepak bola profesional di Tanah Air.
  6. Mengajak seluruh elemen olahraga profesional untuk terus meningkatkan kedewasaan dan sikap toleran agar kegiatan olahraga profesional dapat terus berjalan dengan tata kelola yang semakin baik, mandiri, dan profesional.
Comments
Loading...