Berita Bola: Geng di Skuat Real Madrid Membuat Kondisi Ruang Ganti Tak Harmonis

414

Bek kanan asal Brasil, Cicinho, mengaku sempat merasa terkucil kala bermukim di Real Madrid. Dia menyebut, ada geng yang dibentuk oleh para pemain asli Spanyol, merasa punya kuasa dalam mengontrol segala situasi di ruang ganti media, serta membuat kondisi kurang harmonisdan kondusif.

Cicinho memang pernah dua musim bermukim di Madrid dan tampil sebanyak 32 kali di semua ajang. Dia juga turut membantu El Real merebut gelar juara Divisi Primera pada 2006-07.

Meski pernah meraup sukses, dia justru tak merasakan kenyamanan laiknya sebuah keluarga di Madrid. Dia menilai, ada pengelompokan yang dilakukan beberapa pemain yang suka memanipulasi situasi. Beberapa nama dilihat Cicinho punya pengaruh mengontrol ruang ganti, pelatih, hingga media di Spanyol.

“Ketika Roberto Carlos pergi, saya adalah bek kanan utama. Sergio Ramos bermain di tengah dan kadang-kadang di sebelah kanan. Kemudian, Michel Salgado adalah pilihan ketiga full-back,” pemain yang kini membela klub Turki Sivasspor itu kepada ESPN Brasil.

‘Kemudian (Iker) Casillas memberi jabatan kapten kedua untuk Salgado, sehingga dia otomatis bisa bermain jadi starter. Di situlah kelompok-kelompok kecil dimulai. Julio Baptista mengatakan kepada saya tentang hal itu,” sambungnya.

Cicinho pun tak ragu menguak siapa-siapa saja yang menciptakan kelompok untuk memengaruhi internal tim.

“Guti, Salgado, Ivan Helguera, Raul, Casillas … mereka adalah pemimpin kelompok. Jika bisa masuk kelompok adalah bagi mereka yang patuh. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi. Mereka memengaruhi pers dan manajer,” jelas dia lagi.

“Sebagai contoh, suatu hari Ronaldo (Luis Nazario de Lima) bermain buruk, dan hari berikutnya keluar di halaman depan surat kabar bahwa Raul lebih baik dari dia. Raul harus dilahirkan tiga kali untuk bisa menjadi seperti Ronaldo,” tambah bek berumur 36 tahun itu dengan ketus.

Mengenai Salgado, Cicinho mengatakan sudah terapat menyimpan kekesalan sehingga tak sudi bertegur-sapa.

“Ketika dia datang ke ruang ganti, dia menyapa semua orang. Tapi ketika datang menyalami saya, saya langsung mengikat tali sepatu saya,” pungkas Cicinho.