Berita Bola: Mantan Presiden FIFA, Joao Havelange, Wafat pada Usia 100 Tahun

Mantan Presiden FIFA, Joao Havelange, mengembuskan napas terakhir pada Selasa (16/8). Pria bernama lengkap Jean-Marie Faustin Godefroid de Havelange itu wafat dalam usia 100 tahun dan 100 hari.

Havelange pernah menjabat selama 24 tahun, periode 1974 sampai 1998, sebagai pemimpin tertinggi badan sepak bola dunia, FIFA. Dia juga pernah menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) saat berusia 48 tahun.

Selama hidupnya, Havelange sempat berkarier sebagai pengacara dan atlet. Dia pernah menjadi perenang Brasil yang tampil pada Olimpiade Berlin 1936 dan anggota tim polo air pada event di Helsinksi 1952.

Ketika Havelange memimpin, FIFA banyak mengalami perubahan secara radikal. Tim yang berpartisipasi di Piala Dunia meningkat dari 16 menjadi 32, Piala Dunia Putri resmi digelar pada 1991, dan sepak bola putri menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan sejak Olimpiade 1995.

Ketika dia meninggalkan posisi setelah Piala Dunia 1998, masing-masing dari 204 anggota FIFA menerima setidaknya 877.000 euro. Dia mengkonversi FIFA menjadi lahan bisnis yang akan meraup lebih 219 juta euro setiap tahun

Namun, ada pula skandal dalam kepemimpinannya yang melibatkan ISL, sebuah perusahaan pemasaran yang memperoleh hak untuk berbagai Piala Dunia menyusul suap yang diberikan kepada komite eksekutif FIFA.

Meski memimpin FIFA selama 24 tahun, Havelange bukan yang terlama. Sebelum dia, ada pria asal Prancis Jules Rimet yang memimpin pada periode 1973-1956 alias selama 33 tahun. Sementara, Blatter sebelum lengser sudah berkuasa selama 17 tahun.

Havelange sendiri mulai sering terserang komplikasi penyakit dalam beberapa tahun terakhir. Dia dirawat di rumah sakit pada 2012 akibat infeksi pergelangan kaki dan pada 2014 serta 2015 karena masalah pernapasan akibat infeksi paru-paru sebelum terserang pneumonia sejak bulan lalu. Penyakit terakhir itu pula yang akhirnya membuat Havelange mengembuskan napas terakhir pada Selasa (16/8).

“Selama 24 tahun sebagai Presiden FIFA, sepak bola menjadi benar-benar global, mencapai wilayah-wilayah baru, dan membawa permainan ke seluruh pelosok dunia. Komunitas sepak bola seluruh dunia harus berterima kasih kepadanya. Saya menyampaikan belasungkawa mendalam untuk keluarganya,” ucap Presiden FIFA Gianni Infantino.

Comments
Loading...