Bukti Bahwa Benitez Bukan Pelatih Defensif

228

Cap sepakbola negatif sudah kadung menempel pada diri pelatih Rafael Benitez di Real Madrid musim ini. Tapi, Benitez punya cara tersendiri untuk menjawabnya dan itu muncul saat Madrid menjamu Malmo.

Pada laga Matchday VI Grup A Liga Champions yang digelar di Santiago Bernabeu, Rabu (9/12/2015) dinihari WIB, Madrid menang telak 8-0 atas Malmo. Ini merupakan kemenangan terbesar mereka di kompetisi ini, menyamai torehan pada 1957-58 saat mengalahkan Sevilla dengan skor sama.

Para pencetak golnya adalah Cristiano Ronaldo yang menorehkan poker (empat gol). Lalu Karim Benzema yang mencetak hat-trick dan Mateo Kovacic yang membuat gol pertamanya untuk Los Blancos.

Sementara itu, bagi Benitez, ini adalah kemenangan keduanya dengan skor 8-0. Yang pertama dilakukannya bersama Liverpool di musim 2007-08, saat mengalahkan Besiktas di fase grup.

Kemenangan itu menjadi cara Benitez untuk menjawab kritik, mengingat dia kerap dianggap merusak permainan indah Madrid yang dibangun Carlo Ancelotti. Bermaterikan pemain top di lini depan, Madrid-nya Benitez dinilai membosankan dan lebih mengutamakan pertahanan.

“Saya selalu katakan bahwa saya bukan pelatih defensif dan kemenangan ini membuktikannya,” ujar Benitez di Soccerway.

“Saya bangga atas rekor kemenangan saya dan saya rasa kami bisa mengalahkannya. Saya puas dengan tim ini,” sambungnya.

“Saya hanya harus memastikan bahwa tim bisa terus bermain seperti ini untuk memuaskan fans. Saya tidak bisa mengubah cara pandang atau opini orang. Saya hanya mencoba terus bekerja dengan tenang secara profesional dan bertanggung jawab,” demikian dia.