Ini Alasan Klub China Memburu Bintang Eropa

0 449

Mirror menduga bahwa visi Presiden China, Xi Jinping, yang menjadi dasar kepindahan sejumlah pesepak bola berlabel bintang ke negeri tirai bambu.

Klub-klub Liga Super China mendadak menjadi begitu agresif menghamburkan dana untuk mendatangkan sejumlah pemain dari Eropa pada jendela transfer musim dingin di Januari 2016. Terakhir Guangzhou Evergande memecahkan rekor transfer di sepak bola China, dengan mengeluarkan biaya transfer sebesar 42 juta Euro demi mendapatkan Jackson Martinez dari Atletico Madrid.

Klub-klub tersebut diyakini bergerak berdasarkan visi Xi Jinping, yang ingin menjadikan China sebagai salah salah satu barometer sepak bola dunia, dan tuan rumah Piala Dunia suatu hari nanti.

“Saya menaruh harapan besar agar tim nasional China bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” tekad Xi pada sebuah acara deklarasi Presiden tahun 2015.

Perputaran uang di Liga Super China saat ini berasal dari perusahaan-perusahaan besar, yang fokus mengembangkan sepak bola untuk kepentingan politik.

Tak mau ketinggalan dengan peluang bisnis yang didukung langsung oleh pemerintah, China Media Capital milik miliarder Li Ruigang bahkan berani membeli hak siar Liga Super China dari stasiun televisi pemerintah CCTV, yang nilainya mencapai angka 830 juta Pounds untuk lima tahun ke depan. Nilai kontrak itu langsung melonjak tinggi, karena sebelumnya hanya berkisar 35 juta Pound per tahun.

Kabarnya Martinez akan menerima gaji sebesar 9,5 juta Euro per tahun, sedangkan Asamoah Gyan yang lebih dulu bergabung akan dibayar sebesar 12,5 juta Euro per tahun.

Kondisi tersebut tentu berpotensi membuka peluang eksodus pemain dari liga elite Eropa ke Liga Super China. Semakin banyak nama besar yang didatangkan ke China, maka akan semakin banyak juga fans sepak bola yang beralih tontonan ke Liga Super China.