‘Klub-klub China Akan Terus Jorjoran’

253

Klub-klub China sedang senang belanja besar dengan mendatangkan para pemain dari Liga Eropa. Aktivitas itu disebut tidak akan berhenti karena bertujuan menaikkan sepak bola China di mata dunia.

Belakangan ini nama-nama seperti Guangzhou Evergrande, Jiangsu Suning, Shanghai Shenhua, dan Hebei Fortune akrab di telinga penggemar sepak bola. Hal itu muncul karena mereka baru saja menggelontorkan dana besar untuk membeli para pemain di Liga Eropa.

Rekor pembelian termahal transfer Liga China musim ini dipegang Jiangsu yang memboyong Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk dengan banderol 50 juta euro. Tak cuma itu, Jiangsu sebelumnya juga mendatangkan Ramires dengan harga 25 juta poundsterling.

Itu belum termasuk Jackson Martinez yang digaet Guangzhou dengan nilai 45 juta euro atau Fredy Guarin dengan harga 15 juta euro oleh Shanghai. Gervinho diboyong Hebei dengan harga 18 juta euro.

Total sekitar 130 juta euro atau Rp 1,98 triliun sudah dikeluarkan klub-klub tersebut untuk menarik para pesepak bola yang merumput di liga-liga top Eropa bermain di China.

Meski sudah membelanjakan banyak uang, namun aktivitas transfer dipastikan belum akan berhenti. Nama-nama seperti Ezequiel Lavezzi dan Fernando Torres disebut-sebut bakal menyusul main di Negeri Tirai Bambu.

Dengan kekuatan finansial, maka jangan heran jika dalam waktu dekat rekor transfer 100 juta dollar AS akan bisa dipecahkan hanya untuk satu pemain.

“Gila untuk melihatnya tapi akan terus berlanjut. Akan jadi masif,” ujar Tim Cahill seperti dikutip Reuters

“Saya tak tahu apa ini akan membantu liga, tapi mereka terus berinvestasi. Mereka melakukan hal-hal bagus. Mereka mampu. Ketika mereka ingin sesuatu maka mereka akan mendapatkannya dan kalau tak mau sesuatu maka mereka akan menepikannya,” sambung pemain yang diboyong Shanghai Shenhua dari New York Red Bulls tahun lalu itu.

“Pilihan ada di tangan pemain, ini bukan mengenai sepakbola seperti hari-hari saya dulu, sekarang murni mengenai keuntungan pribadi. Apakah (ke China) akan membantu para pemain? Tidak. Apakah itu akan jadi hal besar buat negara China? Ya,” tutup Cahill yang pernah bermain di Premier League bareng Everton