Footbal5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Kritik Yaya Toure untuk Para Pemain Afrika

128

Yaya Toure memuji kualitas para pesepakbola Afrika yang ada saat ini. Tapi dia juga mengkritik sikap cepat puas rekan-rekannya itu, sehingga mereka tak pernah benar-benar bisa menjadi megabintang.

Sejak George Weah memenangi gelar pemain terbaik dunia pada 1995, belum pernah ada lagi pemain Afrika yang berhasil merebutnya. Padahal, usai era Weah, Afrika banyak melahirkan pemain bintang.

Sebut saja Jay-Jay Okocha, Didier Drogba, Samuel Eto’o, Michael Essien, dan Yaya Toure. Tapi, mereka tak pernah bisa bersaing dengan bintang-bintang asal Eropa atau Amerika Latin dalam ajang tersebut.

Maksimal hanya Eto’o yang menempati posisi tiga besar pemain terbaik dunia pada 2005, di mana Ronaldinho memenanginya di tahun itu.

Hal inilah yang lantas dikelukan oleh Toure yang merasa para pemain Afrika kurang berusah keras untuk bisa mencapai level Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Yaya menilai rekan-rekannya tersebut keburu cepat puas kala mendapat penghasilan tinggi dan tak mau berusaha lagi untuk meningkatkan prestasinya.

Yaya sendiri jadi satu-satunya pemain Afrika dalam 23 nama daftar calon peraih Ballon d’Or 2015.

“Para pemain Afrika itu kebanyakan cepat puas. Mereka punya dunianya sendiri. Mereka percaya bahwa mereka punya bakat alami, mereka yang terhebat, terkuat. Tapi mereka tidak paham bahwa jalan terjal harus dilalui untuk mencapai level teratas,” tutur Yaya seperti dikutip Soccerway.

“Sayangnya, banyak dari mereka yang hanya melihat enaknya profesi pesepakbola itu: mudahnya mendapatkan yang, wanita, pesta, mobil mewah, dan pakaian bermerek. Dan mereka seperti tidak ingin menyamai level pemain terbaik dunia,” sambungnya.

“Banyak dari mereka yang berpikir pendek. Mereka kirimkan uang ke kampung halaman dan itu bisa jadi tabungan untuk beberapa tahun ke depan. Lalu, apa artinya perjuangan?.”

“Saya rasa mereka sendiri yang tidak punya kepercayaan diri. Mereka berpikir tak pantas untuk berada di level tertinggi,” tutupnya.