Lawan Sassuolo, Spalletti Sempat Marahi Tim Medis Roma

Ada kisah menegangkan yang terjadi di balik kemenangan AS Roma atas tuan rumah Sassuolo dalam lanjutan Serie A, Selasa (2/2). Pelatih Roma, Luciano Spalletti rupanya sempat naik pitam terhadap tim medisnya.

Bertandang ke Citta del Tricolore, Roma mampu unggul di babak pertama melalui gol Mohamed Salah pada menit ke-11. Dua menit sebelum turun minum, Daniele De Rossi mengalami cedera betis dan digantikan oleh Norbert Gyomber.

Selepas turun minum, Sassuolo tampil lebih baik. Berbeda dengan babak pertama, Roma yang telah unggul cenderung mengandalkan serangan balik.

Kepala Gyomber sempat mengucurkan darah usai berduel dengan bek sayap Sassuollo, Sime Vrsaljko. Namun, dokter I Giallorossi, Riccardo Del Vescovo menyatakan bahwa bek asal Slovakia itu masih mampu bermain.

Spalletti akhirnya mengganti Maicon dengan Emerson. Sebelumnya, dia juga telah menarik keluar Miralem Pjanic dan menurunkan William Vainqueur untuk memperkuat sektor tengah pada menit ke-62.

Gyomber kembali merasa kesakitan dua menit setelah mendapatkan perawatan di bagian kepala. Tim medis mengisyaratkan adanya kesalahan komunikasi dengan dan mantan bek Catania itu kemungkinan harus menyudahi laga.

Saking kesalnya, Spalletti menyuruh tim medis untuk membuat Gyomber bisa terus bermain. “Dia (Gyomber) bisa bermain atau saya akan memberikan Anda (tim medis) masalah,” seru Spalletti.

Beruntung, Gyomber tidak harus mendapat perawatan serius dan mampu menyudahi laga. Apalagi Roma sempat bermain dengan 10 orang menyusul pelanggaran Radja Nainggolan terhadap pemain Sassuolo di kotak penalti sendiri.

Domenico Berardi gagal mencetak gol penyeimbang Sassuolo meski wasit menghadiahi penalti. Roma memastikan kemenangan 2-0 atas tuan rumah melalui gol Stephan El Shaarawy pada injury time.

Comments
Loading...