Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Momen Terbaik dan Terburuk dalam Karier Jaap Stam

127

Football5star.com, Indonesia – Liga Champions merupakan kompetisi yang sangat berkesan bagi mantan bek Manchester United dan AC Milan, Jaap Stam. Di kompetisi tersebut, ia merasakan momen terbaik dan terburuk sepanjang kariernya.

Stam merupakan salah satu bek tengah terbaik pada masanya. Ia pernah menjuarai satu titel Liga Champions, empat Premier League, satu Piala FA, satu Coppa Italia, satu Eredivise, dan satu Piala Belanda.

Pria asal Belanda itu menceritakan bahwa keberhasilan mengantarkan Manchester United meraih Treble Winners pada musim 1998-99 adalah momen terbaik dalam kariernya. Maklum, itu merupakan musim pertamanya di Inggris.

Sebagai pengingat, dalam partai final Liga Champions 1998-99, Manchester United tertinggal terlebih dahulu dari Bayern Munich akibat gol Mario Basler (6′). Namun, mereka sukses membalikkan situasi berkat Teddy Sheringham (90+1′) dan Ole Gunnar Solksjaer (90+3′).

jaap stam, ac milan, liga champions

“Saya ingat melihat jam di Stadion Camp Nou ketika memasuki menit-menit akhir. Situasi nampak buruk, tetapi Teddy dan Ole mencetak gol, yang merupakan dua menit terbaik dalam karier saya. Kami berpesta besar-besaran untuk merayakannya,” kata Stam kepada FourFourTwo.

Dua tahun kemudian, Stam dijual ke Lazio karena memiliki masalah dengan manajer Manchester United ketika itu, Sir Alex Ferguson. Ia lalu bergabung dengan Milan pada 2004.

Di musim perdananya bersama Rossoneri, Stam kembali lolos ke final Liga Champions. Namun, kali ini, ialah yang harus tertunduk lesu di akhir laga karena kalah adu penalti dari Liverpool.

“Jika seseorang mengungkit final Liga Champions, saya selalu memikirkan laga ini terlebih dahulu ketimbang 1999. Sakitnya kekalahan terasa lebih lama di dalam diri Anda,” tutur Stam.

“Ketika Liverpool mencetak gol pertama, kami semua kehilangan konsentrasi. Lalu, di babak adu penalti, mental kami sudah turun, sedangkan mental mereka justru naik (setelah mengejar ketertinggalan tiga gol),” ujar dirinya.