Tevez Memang Mau Pergi, Juve pun Tak Bisa Apa-Apa

77

Direktur Umum Juventus, Beppe Marotta, menegaskan pihaknya sudah berupaya maksimal mempertahankan Carlos Tevez. Tapi apa daya, karena Tevez sudah ngotot ingin mudik ke Argentina, Juve pun angkat tangan.

Tevez, sejak dibeli dari Manchester City pada musim panas 2013, memang jadi andalan Juve di lini depan. Torehan 50 gol dari 95 penampilan adalah bukti betapa pentingnya Tevez untuk Bianconeri.

Setelah mempersembahkan dua trofi Serie A, satu Coppa Italia, dan runner-up Liga Champions 2015, Tevez memutuskan hengkang dari Juve musim panas lalu dan kembali ke kampung halamannya untuk memperkuat Boca Juniors.

Kehilangan Tevez, sekaligus juga Andrea Pirlo dan Arturo Vidal, mau tak mau membuat Juve harus merombak timnya dan akhirnya berdampak pada performa tim. Juve yang tangguh di empat musim terakhir terlihat menurun sekali musim ini.

Mereka cuma ada di posisi ke-14 klasemen Serie A dengan 9 poin dan cuma bikin delapan gol dari delapan pekan berlalu. Masalah di lini depan jadi salah satu alasan utamanya, terutama setelah ditinggal Tevez.

Paulo Dybala, Mario Mandzukic, dan Simone Zaza belum bisa menggantikan peran Tevez. Maka wajar jika Juve dikritik karena tak bisa mempertahankan Tevez setidaknya semusim lagi di klub itu.

“Kami tidak bisa menahan mereka yang ingin pergi. Tevez bilang kepada kami Januari lalu bahwa dia ingin kembali ke Argentina. Maka buat apa kami menahannya,” tutur Marotta terkait keputusan Juve menjual Tevez.

“Carlos merasa tidak nyaman, kami berbicara soal manusia di sini, bukan mesin. Dia meminta baik-baik kepada kami untuk dibiarkan pergi, dan kami membuatnya bahagia, karena apa yang sudah dia berikan pada kami dalam dua musim terakhir,” sambungnya seperti dikutip Football Italia.

You might also like More from author