Tiki-Taka Bisa Membuat Penonton Mengantuk dan Tertidur

255

Tak semua pencinta sepak bola menyukai gaya bermain indah. Malah, filosofi penguasaan bola dan umpan-umpan pendek yang ala tiki-taka, dianggap membosankan dan mudah membuat para penontonnya mengantuk.

Adalah Giovanni Trapattoni yang bersuara keras soal strategi yang dipopulerkan oleh Pelatih Josep Guardiola sejak di Barcelona itu. Menurut eks pelatih timnas Italia itu, taktik dan filosofi menguasai bola selama mungkin tak selalu baik.

“Saya tak mau menyebut nama klubnya, tapi ada tim-tim yang memegang bola hingga setengah jam lamanya tanpa melakukan tembakan. Hal itu membuat saya mengantuk dan tertidur,” jelas Trapattoni kepada As.

Berbeda ketika pelatih berjuluk Mr. Trap itu membicarakan filosofi Atletico Madrid di bawah asuhan Diego Simeone. Dia menganggap banyak kesamaan antara filosofinya dengan pelatih Argentina tersebut.

“Bayern Muenchen saat saya latih memiliki DNA dan kekuatan untuk sukses sambil memperlihatkan sepak bola yang penuh dengan energi serta tenaga,” ungkapnya.

“Simeone dan saya memiliki kemiripan. Taktiknya benar-benar tidak basa basi dan memiliki intensitas yang jauh lebih baik dari tiki-taka. Sehingga menganggap taktik Atletico buruk adalah kebohongan besar,” tutup dia.

Memang banyak pihak yang memuji filosofi Atletico belakangan. Melihat kemampuan mereka mengalahkan Bayern pada leg pertama semifinal, Atletico pun dianggap mampu mengulang prestasi menembus final Liga Champions seperti dua tahun lalu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.