Tumpulnya Lini Serang Inter Milan

Meski masih berada di papan atas, Inter Milan masih bermasalah dengan produktivitasnya. Roberto Mancini yakin dalam waktu dekat, problema itu akan teratasi dan Nerazzurri bakal tajam kembali.

Setelah sempat menguasai puncak klasemen di lima pekan awal, performa Inter lantas menurun di tiga laga terakhirnya yang dilalui tanpa kemenangan. Dua imbang dan satu kekalahan, dengan hanya mencetak dua gol.

Alhasil Inter kini tertahan di posisi ketiga klasemen dengan 17 poin, kalah selisih gol dari AS Roma di posisi kedua serta beda satu poin dengan Fiorentina di puncak.

Performa menurun Inter sebenarnya bisa dilihat dengan jelas penyebabnya, di mana mereka belum bisa setajam tim-tim lainnya. Bandingkan saja dengan Roma, sebagai tim paling produktif lewat 20 golnya, La Beneamata baru bikin delapan gol atau rata-rata 1 gol per pertandingan. Jumlah itu adalah yang paling sedikit di antara tim-tim penghuni 10 besar.

Mestinya dengan keberadaan Mauro Icardi, Stevan Jovetic, Adam Ljajic, Ivan Perisic, dan Rodrigo Palacio, urusan bikin gol bukanlah sesuatu yang sulit. Tapi pada kenyataannya, Jovetic baru bikin tiga gol dan top skorer musim lalu, Icardi, baru cetak dua gol.

Masalah di lini serang ini pun dipahami betul oleh Mancini selaku pelatih Inter. Maka dari itu, dia berjanji untuk segera memperbaikinya dalam waktu dekat.

“Di laga kontra Fiorentina kami kehilangan satu pemain setelah setengah jam, itu penting untuk dicatat,” ujar Mancini di Soccerway.

“Di Genoa (lawan Sampdoria), kami punya sembilan tembakan, kami hanya kebobolan lewat serangan balik, dan di laga kontra Juventus, kami akui kami kurang kreatif,” sambungnya.

“Saya tidak khawatir. Kami punya striker sekaligus kapten (Mauro Icardi) yang akan segera mencetak gol lagi. Saya yakin kami akan mulai mencetak banyak gol lagi.”

“Dengan bantuan dari pemain sayap kami serta dua full-back, kami akan mengatasi masalah ini. Ada kalanya bola di kotak penalti itu menghampiri Anda dan kadang-kadang tidak. Kami harus membuktikan bahwa kami adalah tim dengan karakter kuat.”

“Saya tahu Mauro, yang masih jadi penyerang utama kami, bisa jadi penentu kemenangan bahkan ketika dia dijaga ketat. Sementara itu Stevan Jovetic bisa memberi level berbeda di lini serang kami. Ivan Perisic begitu krusial, bisa memberikan cara main yang berbeda,” tutupnya.

BERITA TERKINI