“Verratti Takkan Takut Balik ke Paris”

Penggawa Paris Saint Germain, Marco Verratti, sedang tak berada di Paris, Prancis, saat terjadi insiden penembakan dan peledakan bom. Italiano itu tak akan takut kembali ke sana.

Rangkaian teror terjadi di Paris, Jumat (13/11) malam waktu setempat. Ada beberapa penyerangan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang.

Bahkan, serangan itu juga menyasar pertandingan ujicoba Prancis melawan Jerman. Di depan salah satu pintu masuk stadion, ada peledakan bom. Akibat ledakan itu ada empat orang yang dilaporkan meninggal.

Satu situasi darurat pun lantas diberlakukan oleh pemerintah Prancis. Perbatasan pun ditutup sebagai langkah untuk mencari pelaku.

Bagi Prancis, ini merupakan serangan teroris yang kedua pada tahun ini. Sebelumnya adalah persitiwa di Charlei Hebdo pada Januari lalu.

Saat kejadian itu, Verratti sedang menunaikan tugas membela tim nasional Italia. Dia sedang berada di Brussels, Belgia, untuk melakoni laga ujicoba melawan Belgia. Di laga yang dihelat untuk mengenang tragedi Heysel itu, Gli Azzurri akhirnya kalah dengan skor akhiur 1-3.

Agen Veratti, Donato Di Campli, menegaskan bahwa kliennya tak akan takut kembali ke Paris usai kejadian itu. Dia juga berharap agar situasi bisa segera kembali normal.

“Kami semua terkejut dengan apa yang terjadi. Prancis sudah pernah melawati hal seperti ini sebelumnya (penyerangan Charlie Hebdo), tapi mungkin kejadian kemarin merupakan peristiwa yang lebih buruk,” kata Donato Di Campli di Football Italia.

“Marco Verratti tak berada di Prancis kemarin, tapi dia tak takut kembali masuk ke sana. Kami harus kembali ke keadaan normal.”

“Suatu hal besar terjadi, yang harus diperitungkan, tapi hidup harus terus berjalan. Seluruh Eropa harus memberikan dukungan ke Prancis, mutlak,” imbuhnya.

Comments
Loading...