Berpeluang Gusur Dortmund, RB Leipzig Diancam Hertha Berlin

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan yang diderita Borussia Dortmund pada Der Klassiker jadi berkah tersendiri bagi RB Leipzig. Tim asuhan Julian Nagelsmann berpeluang mengambil alih posisi kedua andai menang saat menjamu Hertha Berlin asuhan Bruno Labbadia.

RB Leipzig punya modal apik menatap laga versus Hertha Berlin di Red Bull Arena, Rabu (27/5/2020) malam WIB. Timo Werner dkk. tak tersentuh kekalahan dalam sembilan laga beruntun pada semua ajang kompetisi. Terakhir, mereka menggasak 1.FSV Mainz 05 dengan skor 5-0.

Akan tetapi, Die Roten Bullen dipastikan tak akan melenggang mulus. Hertha Berlin menunjukkan kebangkitan sejak ditangani Bruno Labbadia. Vedad Ibisevic cs. mampu menuai kemenangan beruntun dan tak kebobolan dalam dua laga sejak Bundesliga 1 kembali digulirkan.

Untuk lawatan ke Red Bull Arena, Labbadia juga sudah menyiapkan strategi khusus. Dia mengklaim sudah tahu hal yang harus dilakukan Hertha untuk meredam Werner dkk.

Hertha Berlin akan lebih bertahan saat melawat ke kandang RB Leipzig pada lanjutan Bundesliga 1.
bz-berlin.de

“Kami perlu performa terbaik. Kami tak akan dapat mencegah segala hal dan harus lebih bertahan karena kecepatan tinggi yang dimiliki lawan. Pada saat bersamaan, kami harus melancarkan serangan-serangan balik dan menahan mereka dengan baik,” ujar Bruno Labbadia jelang laga RB leipzig vs Hertha Berlin seperti dikutip Football5Star.com dari BZ Berlin.

Lebih lanjut, eks striker Bayern Munich itu mengungkapkan, “Kami tahu aya yang harus dihadapi. Ini adalah pertandingan yang akan jadi cara mengukur diri melawan tim papan atas. Kami ingin memutus segalanya lebih cepat dan berharap dapat membangun sesuatu dari itu.”

Mengenai hasil apik yang dituai dalam dua laga terakhir, Bruno Labbadia tak mau Hertha terbuai. “Saya sangat paham apa yang akan terjadi andai kami tak menang pada dua laga terakhir. Namun, kami juga harus menatap sisa laga,” ucap dia.

Menurut Bruno Labbadia, hal terpenting bagi Hertha Berlin saat ini adalah selalu menatap ke depan dan menganalisis semuanya secara objektif. “Kami tak boleh jadi buta terhadap kelemahan-kelemahan yang masih ada,” ujar dia lagi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More