Bert Trautmann, Penjinak Bom Tentara Nazi yang Jadi Legenda di Manchester

Football5star.com, Indonesia – Jauh sebelum era Joe Hart dan Ederson Moraes, Manchester City pernah memiliki kiper hebat. Ia bernama Bert Trautmann. Pria asal Jerman ini adalah legenda bagi publik Manchester Biru.

Menarik dari seorang Trautmann ialah latar belakangnya. Kiper bernama lengkap Bernhard Carl Trautmann lahir di Bremen, Jerman, 22 Oktober 1923. Ayahnya diketahui seorang pekerja di pabrik pupuk dekat dermaga sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Lahir di iklim ekonomi yang suram membuat Trautmann kecil harus hidup di kondisi serba keterbatasan. Awal 1930-an, ayahnya harus menjual rumah mereka dan pindah ke apartemen yang berlokasi di Gropelingen. Sejak muda, ia sudah tertarik pada olahraga.

Bert Trautmann, Penjinak Bom Tentara Nazi yang Jadi Legenda di Manchester2
bbc

Minat terbesarnya saat muda ialah olahraga bola tangan atau dodgeball. Trautmann tercatat pernah bergabung ke salah satu klub lokal bola tangan bernama Blau and Weiss. Saat Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau Nazi jadi partai pemenangan pemilu di Jerman dan diangkatnya Adolf Hitler jadi Kanselir Jerman pada 30 Januari 1933, Trautmann bergabung ke sayap pemuda Nazi.

Agustus 1933, Trautmann tercatat menjadi anggota Jungvolk, organisasi Nazi yang dikhususkan untuk anak-anak di usia 10 sampai 14 tahun. Fokus organisasi ini ialah olahraga dan kelak bakal menjadi bagian dari tentara Nazi.

Saat Eropa dilanda Perang Dunia II, Trautmann diketahui bekerja di bagian mekanik motor militer Nazi. Parang Dunia II memanas, ia kemudian berpindah tugas menjadi seorang operator radio. Tak lama ia jadi operator radio karena kemudian ditugaskan menjadi pasukan penerjun payung Nazi.

Oktober 1941, Trautmann ditugaskan ke depan garis pertempuran di Front Timur Perang Dunia II. Ia masuk ke Divisi Infranteri ke-35 dan ditempatkan di Ukraina. Saat perang melawan Uni Soviet di kawasan Frotn Timur ini, Trautmann jadi salah satu dari 300 pasukan Nazi yang selamat dari gempuran tentara Merah.

Jadi Penjinak Bom Nazi

Karier milier Trautmann terus menanjak. Ia sempat mendapat lima medali lewat aksinya di Front Timur. Ia pun dipromosikan menjadi seorang sersan dan pindah unit penjinak bom. Di akhir Perang Dunia II, nyawa Trautmann hampir melayang saat pasukan Sekutu membom kawasan Kleve, tempat ia dan pasukannya bersembunyi.

Setelah memutuskan untuk pulang ke Bremen, Trautmann masuk kategori pembelot oleh Nazi. Pasalnya ia pulang tanpa persetujuan dari komandannya. Akibatnya, ia bisa ditembak oleh Nazi ataupun pasukan Sekutu.

Lagi-lagi ia selamat namun saat tengah bersenyumbi di dalam gudang, ia ditangkap pasukan Sekutu dari Inggris. Sebelumnya, Trautmann juga pernah tertangkap dua kali oleh pasukan Sekutu yang berasal dari Prancis dan Uni Soviet. Setelah ditangkap oleh pasukan Inggris, Trautmann dipenjara ke Essex, Belgia.

Bert Trautmann, Penjinak Bom Tentara Nazi yang Jadi Legenda di Manchester
elcomercio.com

Untungnya, oleh pasukan Sekutu ia masuk golongan C pasukan Nazi yakni orang-orang Jerman yang menjadi sukarelawan karena sudah terindoktrinasi sejak muda. Ia lalu dipindahkan ke penjara Marbury Hall, Inggris, tempat golongan C pasukan Nazi berada.

Berada di penjara inilah, bakat Trautmann sebagai pesepak bola tercium. Di tiap pekan di penjara tersebut selalu digelar pertandingan dan Trautmann selalu bermain sebagai seorang kiper.

Bermain sebagai kiper, penampilan Trautmaan bersama Helens Town mengundang perhatian sejumlah pemerhati bakat dari klub sepakbola liga Inggris. Pada Oktober 1949 datang tawaran kontrak dari Manchester City. 

Karier di Manchester City

Trautmann tentu tak mau menyia-nyiakan tawaran dari klub yang saat itu bertanding di Divisi Satu Liga Inggris (cikal bakal Liga Inggris), ia pun bergabung bersama Johnny Williamson, Willie Walsh, dan pemain lain di bawah asuhan pelatih asal Skotlandia, Les McDowall. 

Sayang diawal kariernya bersama Manchester City, Trautmaan tampil tidak bagus, pun dengan pemain City lain. Akibatnya di akhir musim, City terjerembab di peringkat 21 dari 22 klub yang bertanding. 

Dari 42 laga, Manchester City hanya mampu meraih 8 kali kemenangan, 13 kali hasil imbang, dan menelan 21 kali kekalahan. Gawang City pun kebobolan sebanyak 68 kali selama 42 laga tersebut. 

Bert Trautmann, Penjinak Bom Tentara Nazi yang Jadi Legenda di Manchester
The Irish Times

Karier Trautmann di City pun sempat dibayangi tindakan rasial dari para supoter. Tahu bahwa ia mantan pasukan Nazi, cemooh dan hinaan jadi makanan sehari-hari Trautmann saat membela Manchester City.

Meski begitu, Trautmann tak menyerah. Sebagai mantan kombatan perang dunia, fisik dan mental Trautmann begitu terasah. Malah ia pernah bertanding dengan kondisi leher patah.

Kala itu, Manchester City bertemu dengan Birmigham City di final Piala FA di Stadion Wembley 1956. Pertandingan berjalan sengit, jual beli serangan antar kedua tim tercipta. Petaka datang untuk Trautmann pada menit-menit akhir pertandingan. 

Aksi dari striker Birmigham, Peter Murphy berakhir dengan leher Trautmann yang alami cedera parah. Namun hal itu tak membuat berhenti bertanding. Ia tetap melanjutkan laga meski lehernya alami patah.

Ketangguhannya membuahkan hasil manis, City sukses menang 3-1 dan meraih gelar juara. Trautmann mengaku bahwa ia baru menyadari lehernya patah saat merayakan gelar juara usai pertandingan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More