Berti Vogts: Timnas Jerman Sudah Punya Lothar Matthaeus Baru

Football5Star.com, Indonesia – Sosok pemimpin dalam sebuah tim selalu dibutuhkan setiap pelatih. Dulu, timnas Jerman punya sosok Lothar Matthaeus yang begitu dominan di dalam dan luar lapangan. Kini, menurut Berti Vogts yang juga eks pelatih Die Mannschaft, sosok itu ada pada Joshua Kimmich.

Sosok Joshua Kimmich belakangan jadi andalan Bayern Munich dan timnas Jerman. Perannya kian besar. Kontribusinya pun bagi tim kian nyata. Pada final Liga Champions 2019-20 menghadapi Paris Saint-Germain, dialah yang memberikan umpan cantik bagi Kingsley Coman untuk mencetak gol penentu juara.

Melihat kiprah Kimmich saat ini, Berti Vogts pun lantas teringat kepada sosok Lothar Matthaeus saat membela Die Mannschaft. Apalagi, keduanya sama-sama berposisi sebagai gelandang yang mampu bertahan dan menyerang dengan sama baiknya.

Lothar Matthaeus adalah kapten timnas Jerman yang dilatih Berti Vogts di Piala Dunia 1994.
tagesspiegel.de

“Jika Kimmich tetap sehat, dia bisa jadi seperti Lothar. Dia dapat mendekati peran yang dimainkan Lothar. Dalam hal ini, dia mengingatkan saya kepada Lothar yang selalu ingin menguasai pemainan dan memimpin tim,” ujar Berti Vogts seperti dikutip Football5Star.com dari Rheinische Post.

Sosok seperti Matthaeus, dalam pandangan Vogts, sangat dibutuhkan bagi sebuah tim untuk sukses. Tak terkecuali di timnas Jerman. Sosok itu dapat mendorong para pemain lain untuk tampil lebih baik dan mendorong tim jadi lebih kompetitif.

“Kita perlu pemain yang mau mengambil tanggung jawab, bukan hanya punya permainan bagus, melaninkan juga secara emosional. Kita butuh pemain yang mendorong para pemain lain untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar ingin menang,” urai Vogts yang menangani Die Mannschaft di Piala Dunia 1994 dan 1998..

Salah Satu Kapten Termuda Die Mannschaft

Joshua Kimmich dipercaya tampil sebagai kapten saat timnas Jerman melawan Argentina dalam umur 24 tahun.
focus.de

Di timnas Jerman, Joshua Kimmich juga sudah mendapatkan kepercayaan besar dari pelatih Joachim Loew. Pada laga Piala Konfederasi 2017, dia dipercaya mengambil alih ban kapten dari Julian Draxler saat semifinal melawan Meksiko. Saat itu, umurnya baru 22 tahun 4 bulan 17 hari.

Adapun kesempatan pertama tampil sebagai kapten sejak awal laga didapatkan Kimmich saat timnas Jerman beruji tanding dengan Argentina pada 9 Oktober 2019. Dalam umur 24 tahun 8 bulan 1 hari, dia masuk dalam daftar kapten termuda.

Hanya Max Breunig dan Julian Draxler yang lebih muda dari Joshua Kimmich saat kali pertama tampil sejak awal sebagai kapten timnas Jerman. Menilik hal tersebut, tak berlebihan kiranya bila Berti Vogts menilai dia seperti Lothar Matthaeus.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More