Best XI Liga Champions 2019-20: Menjadi Milik Tim Prancis dan Jerman

Football5star.com, Indonesia – Partai PSG vs Bayern Munich pada Senin (24/8) menjadi pertandingan pamungkas di Liga Champions musim 2019-20. Bayern berhasil keluar sebagai juara setelah memetik kemenangan dengan skor tipis 1-0.

Di kompetisi musim ini, tim-tim asal Jerman dan Prancis berhasil mencuri perhatian. Pasalnya, mereka sukses menyingkirkan tim-tim tangguh asal Inggris, Spanyol dan Italia.

Penampilan gemilang tim-tim Prancis dan Jerman membuat mereka mendominasi tim terbaik Liga Champions musim ini. Berikut adalah best XI Liga Champions 2019-20 versi football5star.com:

FORMASI: 4-4-2

Penjaga Gawang: Keylor Navas

NY Times

Keylor Navas kembali menunjukkan penampilan apik di Liga Champions. Setelah sukses meraih tiga gelar Eropa bersama Real Madrid, kali ini ia berhasil membawa PSG melaju hingga ke partai puncak.

Total, penjaga gawang berusia 33 tahun itu berhasil mencetak lima clean sheet dari sembilan pertandingan. Gawangnya pun hanya kebobolan lima gol sepanjang gelaran Liga Champions 2019-20.

Bek Kanan: Joshua Kimmich

Gaya main Joshua Kimmich sangat disukai Giulia Gwinn.
Instagram.com/jok_32

Di bawah asuhan Hansi Flick, Kimmich memang lebih sering bermain sebagai duet Thiago Alcantara di lapangan tengah Bayern. Akan tetapi, ia menjadi pilihan utama di posisi bek kanan ketika Liga Champions kembali bergulir awal Agustus lalu.

Tak hanya piawai mengawal lini belakang Bayern, Kimmich juga menjadi motor serangan FC Hollywood. Hal ini ia buktikan dengan catatan dua gol dan empat assist dari 11 penampilannya.

Bek Tengah: Dayot Upamecano

Best XI Liga Champions 2019-20 - Dayot Upamecano - iNews
INews

Dayot Upamecano menjadi salah satu faktor di balik keberhasilan RB Leipzig melaju ke babak semifinal Liga Champions. Ketenangan serta ketangkasan bek berusia 21 tahun itu menjadi kualitas utamanya di atas lapangan.

Total, Upamecano berhasil mencatat delapan penampilan di Eropa musim ini. Momen terbaik Upamecano hadir pada partai perempat final melawan Atletico Madrid. Di laga tersebut, ia berkali-kali mematahkan serangan lawan dan membuat Atletico hanya mampu mencetak satu gol ke gawang Peter Gulacsi.

Bek Tengah: Thiago Silva

Thiago Silva - PSG - Final Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Usia yang sudah menginjak angka 35 tahun tak membuat Thiago Silva kehilangan instingnya. Ia masih tetap menjadi sosok andalan PSG untuk mengawal barisan pertahanan.

Silva menjadi salah satu faktor di balik kegemilangan barisan belakang PSG di Eropa musim ini. Total, ia berhasil mengoleksi sembilan penampilan dan membuat lini Les Parisiens hanya kejebolan enam gol sepanjang kompetisi.

Bek Kiri: Alphonso Davies

Alphonso Davies menuai pujian berkat aksinya bak Lionel Messi saat Bayern Munich menghajar Barcelona 8-2.
Getty Images

Alphonso Davies berhasil menasbihkan diri sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia sepak bola. Status ini ia dapatkan setelah berhasil meneror bek kanan lawan-lawan Bayern Munich di Liga Champions musim ini.

Kecepatan tinggi yang dimiliki Davies membuatnya menjadi mimpi buruk bagi bek-bek kanan lawan Bayern. Nama-nama seperti Reece James, Nelson Semedo, Thilo Kehrer, dan Serge Aurier menjadi korban keganasan Davies. Total, ia berhasil menyumbang empat assist dari delapan penampilannya.

Sayap Kanan: Serge Gnabry

Serge Gnabry kini telah mencetak 9 gol pada pentas Liga Champions yang tak satu pun dicetak di Allianz Arena.
weltfussball.de

Kehadiran Serge Gnabry membuat Bayern Munich tak butuh waktu lama untuk memulihkan diri selepas kepergian Arjen Robben. Pasalnya, Gnabry berhasil meneror lawan-lawan Bayern berkat kecepatan serta akurasi tembakannya.

Meski bermain di posisi sayap, Gnabry tetap berhasil menyumbang banyak gol untuk Bayern. Pemain berusia 25 tahun itu sukses mencetak sembilan gol dari 10 penampilannya. Empat dari sembilan gol tersebut ia cetak pada partai melawan Tottenham Hotspur di babak grup pada Oktober lalu.

Gelandang Bertahan: Thiago Alcantara

Thiago Alcantara menegaskan target Bayern Munich adalah menjuarai Liga Champions.
London Evening Standard

Di Liga Champions musim 2019-20, Thiago Alcantara berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai metronom Bayern Munich. Akurasi umpan, ketenangan, serta kerja keras Thiago di lini tengah membuat Bayern selalu bisa mendominasi lawan-lawannya.

Dari 10 penampilannya di Liga Champions musim ini, Thiago memang gagal mencetak gol. Akan tetapi, ia berhasil mempersembahkan dua assist.

Gelandang Tengah: Houssem Aouar

PSG - Bayern - Best XI - Liga Champions 2019-20
twitter.com/ol_english

Houssem Aouar menjadi salah satu faktor di balik keberhasilan Olympique Lyon menyingkirkan Juventus dan Manchester City di Liga Champions musim ini. Aouar merupakan motor serangan sekaligus metronom andalan Les Gones.

Dari delapam penampilannya di Eropa, Aouar berhasil mengemas satu gol dan enam assist. Catatan gemilang ini membuat Aouar menjadi buruan klub-klub besar di butsa transfer tahun ini.

Sayap Kiri: Angel di Maria

PSG - Bayern - Best XI - Liga Champions 2019-20
PSG Talk

Sama seperti Thiago Silva, usia Angel di Maria yang menginjak angka 32 tahun tak membuatnya kehilangan semangat. Di Maria bahkan semakin menasbihkan peran pentingnya bersama PSG di Liga Champions 2019-20.

Dari sembilan penampilannya di Eropa musim ini, Di Maria berhasil mengemas tiga gol dan tujuh assist. Ia berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya pada partai semifinal melawan RB Leipzig. Di laga tersebut, Di Maria berhasil mencetak satu gol dan dua assist.

Striker: Robert Lewandowski

PSG - Bayern - Best XI - Liga Champions 2019-20
London Evening Standard

Robert Lewandowski menjadi penyerang yang sangat ditakuti lawan-lawan Bayern mucim ini. Torehan 15 gol dari 10 penampilan membuat Lewandowski berhak membawa pulang gelar top skorer Liga Champions 2019-20.

Tak hanya sukses mencetak 15 gol, Lewandowski ternyata juga piawai menciptakan peluang untuk rekan-rekannya. Hal ini ia buktikan dengan torehan lima assist yang ia kemas di Eropa musim ini.

Striker: Erling Haaland

PSG - Bayern - Best XI - Liga Champions 2019-20
Daily Mail

Erling Haaland berhasil mencuri perhatian publik sepak bola dunia ketika ia berhasil mencetak hat-trick di partai Liga Champions perdananya bersama Red Bull Salzburg. Meski gagal membawa Salzburg lolos dari fase grup, Haaland menjadi sosok yang ditakuti berkat catatan delapan gol dari enam partai.

Di babak 16 besar bersama Borussia Dortmund, Haaland kembali berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya. Ia berhasil mencetak dua gol ke gawang PSG pada partai leg pertama babak 16 besar. Total, pemain 20 tahun itu berhasil mencetak 10 gol dari delapan laga.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More