Bhayangkara FC Buka Suara Soal Persebaya yang Bermarkas di PTIK

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen Bhayangkara FC buka suara soal rencana Persebaya Surabaya jua ingin bermarkas di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan. Mereka mempersilakan saja tapi belum dihubungi oleh pihak Persebaya.

Saat ini, Persebaya memang belum bergeming dengan sikapnya untuk tak melanjutkan Liga 1 2020. Mereka beralasan kalau sampai saat ini belum ada protokol kesehatan yang jelas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menjaga keselamatan pemain.

Tak cuma itu, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut jua akan bermasalah dengan kandangnya. Sebab, stadion yang biasa mereka gunakan, yakni Gelora Bung Tomo dalam persiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Liga 1 2020 Persebaya Minta PSSI Belajar dari Liga Vietnam yang Lanjut Tapi Ditunda Lagi COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu, BNPB Disebut Ragu Izinkan Liga 1 Makan Konate Sempat Terjebak dalam Perang Libia, Kabur Naik Kereta Football5Star.com, Indonesia - Bintang Persebaya Surabaya, Makan Konate, ternyata punya cerita mengerikan dalam karier sepak bolanya. Dia pernah terjebak dalam perang di Libia hingga bingung mau pulang ke Mali. Konate memang sempat memperkuat salah satu Libia, Alakhdhar, pada 2011 sampai 2012. Dia tercatat bermain dalam 12 pertandingan dan itu merupakan klub pertamanya di luar Mali, dan sebelum hijrah berkarier di Indonesia. Walau cuma sebentar, Makan Konate mengalami pengalaman yang tak terlupakan selama di Libia. Dia bahkan melihat dengan mata kepala sendiri orang-orang berperang. Padahal, sebelumnya dia cuma tahu perang melalui film saja. "Ya itu, saya cuma tahu perang lihat dari film atau bagaimana. Tapi ini realitas saya lihat sendiri di Libia. Itu sulit sekali, kaget keluarga kaget juga," ungkap Makan Konate dalam wawancara eksklusif di YouTube Football5Star. https://www.youtube.com/watch?v=8Zkelb0mChw&t Tak sampai di situ, Konate bahkan sempat kesulitan pulang kembali ke Mali karena perang tersebut. Dia dan tiga rekannya sesama pemain asing di Alakhdhar saat itu kebingungan terjebak dalam perang di Libia. "Waktu itu, saya mau pulang juga sulit, Libia masih lockdown belum bisa terbang. Dari kota saya tinggal, sampai Tripoli tak ada pesawat. Klub kasih surat, kita berempat pemain asing, dua Mali satu pantai Gading satu Mozambik," kata Makan Konate. Malahan, Konate akhirnya mencoba pulang dengan menggunakan Kereta dari Benghazi. Dia bersyukur bisa pulang ke Mali dengan selamat meski tak bisa tidur selama perjalanan lantaran dihantui teror perang. "Lalu kita ambil kereta dari Benghazi ke Masri, itu satu malam. Sampai Masri, saya naik pesawat ke Mali. Susah sekali, capek sekali, tak bisa tidur, capek sekali. Alhamdulillah sudah pulang tak ada apa-apa, keluarga juga lega," tutup Makan Konate.

Ada kabar kalau Persebaya ingin meminjam markas Bhayangkara FC, Stadion PTIK. Hal itu ditanggapi dengan positif oleh Chief Operating Officer (COO), Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji.

“Memang kenapa? kan mainnya tidak menggunakan penonton. Sudah sering juga Persebaya Surabaya bermain di Stadion PTIK. Tidak ada masalah kan,” ungkap Sumardji saat dihubungi wartawan.

Memang, pada LIga 1 2020 yang akan dilanjutkan Oktober nanti banyak tim yang harus menjadi musafir. Selain karena stadionnya dalam tahap renovasi, jua karena pandemi COVID-19.

“Ya rencana itu ada tetapi sampai sekarang manajemen Persebaya Surabaya belum menemui saya. Nanti kami lihat saja ya seperti apa,” tutup bos Bhayangkara FC.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More