Blak-blakan, PSM Sebut PSSI dan LIB Langgar Regulasinya Sendiri

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic merasa heran dengan apa yang terjadi di sepak bola Indonesia khususnya di Liga 1 2019.

Darije mengatakan, ada beberapa hal yang janggal yang bahkan dilanggar oleh penyelenggara dan federasi sepakbola itu sendiri. Hal tersebut adalah mengenai laga tunda PSM kontra Persebaya Surabaya.

Sedianya, laga tersebut seharusnya digelar pada 2 November lalu. Namun, ketika itu Persebaya tak mendapat izin dari kepolisian untuk bermain di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga pun sempat dipastikan untuk pindah ke Stadion Batakan, Balikpapan. Namun, pihak PSM keberatan untuk berangkat ke Balikpapan lantaran mereka sudah berada di Surabaya sejak dua hari sebelum pertandingan. Laga pun akhirnya batal digelar.

Batal digelarnya laga tersebut pun menjadi tanda tanya besar bagi pelatih Darije Kalezic. Menurutnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah melanggar regulasi yang dibuat mereka sendiri.

“Tidak ada yang bisa menjelaskan saya kenapa kami harus memainkan pertandingan ini. PSSI menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan pelanggaran, tapi saya juga baca di media bahwa PSSI melanggar regulasinya sendiri,” ucap Kalezic pada Rabu (13/11/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari laman Emosijiwaku.

PSM Makassar

Banyak Poin Perjanjian yang Dilanggar

Menurut Kalezic, PSSI telah melanggar dua aturan emergency manager meeting yang dibuat Oktober 2019 lalu di Bali. Pertemuan tersebut bahkan telah disetujui oleh PSSI, PT LIB dan semua peserta Liga 1 2019.

“Poin nomor 6 adalah poin utama yang mereka langgar. Jika opsi yang dipilih oleh tuan rumah adalah poin 5b yaitu untuk bermain di tempat netral, maka klub tuan rumah menyampaikan selambat-lambatnya 4 hari sebelum pertandingan,” ujarnya.

“Sedangkan kami menerima surat resmi dari PT LIB pada 31 Oktober pukul 10 pagi dan pertandingan dijadwalkan tanggal 2,” tutur Kalezic.

Selain itu, Darije pun menyebutkan poin yang dilanggar lainnya sesuai dengan aturan pada emergency manager meeting di Bali lalu. Yaitu mengenai setiap tim dilarang untuk menjadwalkan ulang pertandingan yang tersisa.

“Dengan menjadwalkan ulang mereka juga melanggar poin nomor 4 yaitu setiap pertandingan tidak bisa dijadwalkan ulang. Jadi Persebaya lawan PSM seharusnya diselenggarakan tanggal 2 Oktober pada pekan ke-26,” beber Kalezic.

“Itu adalah peraturan yang dibuat di Bali bersama PSSI, LIB dan semua klub. Dan PSSI mengirim surat kepada PSM bahwa mereka tidak melanggar peraturan apapun, dan ini tentu saja tidak benar,” kata mantan pelatih Jong PSV, Belanda itu.

Darije KalezicLiga IndonesiaPSM MakassarPSSIPT Liga Indonesia Baru