Bocah Iran yang Dianggap The Next Messi Bisa Berakhir di Jalanan

Football5star.com, Indonesia – Dari tahun ke tahun selalu muncul bakat baru di sepak bola dari seluruh penjuru dunia. Dua mega bintang dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dianggap jadi panutan bagi bibit baru di lapangan hijau. Hal itu juga yang dialami oleh bocah Iran bernama Arat Hosseini.

Beberapa waktu terakhir nama Arat jadi sensasi di dunia maya. Video pendeknya di media sosial, Instagram dan Twitter mengundang decak kagum para warganet. Arat memiliki kecakapan di bidang olahraga, dari usia belia ia sudah bisa pull up, memanjat tembok, jungkir balik, dan berlari dengan cepat di atas treadmill

Arat pun memiliki postur tubuh tak seperti kebanyakan anak di usianya. Di akun Instagram @arat.gym, bocah yang masih berumur 6 tahun ini sudah memiliki perut sixpack layaknya atlet profesional. Kecintaannya pada sepak bola juga membuat Arat memiliki skill di atas rata-rata.

Skill olah bola juga membuat kagum banyak orang. “Halo Lionel Messi, saya cinta kamu,” ucap Arat di video sambil mengambil bola, melakukan trik back to back dan kemudian menendang bola ke dalam gawang. Video 23 detik ini pun membuat Arat dianggap The Next Messi.

Orang tua Arat diketahui berasal dari Iran dan pindah ke Inggris. Hal ini pun membuat Arat dilirik banyak akademi klub Inggris. Namun pada akhirnya, Arat memilih untuk menimba ilmu di akademi Liverpool.

Bisa Berakhir di Jalanan

Kemunculan Arat dan jadi viral di sosial media rupanya membuat badan sepak bola seluruh dunia, FIFA turun tangan. Dikutip Football5star.com dari halaman resmi FIFA, Minggu (2/8/2020) pada awal Juni lalu, orang tua Arat bertemu dengan perwakilan FIFA.

Dalam pertemuan tersebut, FIFA mendorong Arat kelak jadi pemain profesional namun tentu bukan perkara mudah bagi banyak pemain muda bisa gapai impiannya di masa depan.

Jurnalis Jerman, Raphael Gutzwiller menyebut fenomena Arat bukan hal baru di sepak bola. Ia menyebut ada 15 ribu anak-anak dari seluruh penjuru dunia yang dibawa ke Eropa dan berharap jadi The Next Messi atau The Next Ronaldo. Sayang tak sedikit yang malah berakhir di jalanan.

“Siapa pun berpikir bahwa perdagangan anak dengan dalih sepak bola yang terjadi di masa lalu adalah kesalahan. Faktanya banyak klub besar Eropa selalu menemukan celah untuk melakukan hal tersebut,” tulis Gutzwiller di aargauerzeitung

Pada 2001, FIFA resmi mengeluarkan peraturan transfer anak di bawah umur yang jadi landasan untuk klub di seluruh dunia. Pemain di bawah 18 tahun tidak boleh ditransfer di klub profesional. Sedangkan untuk kawasan Uni Eropa, peraturan yang ada ialah anak di bawah 16 tahun sebagai batas akhir.

“Sayangnya klub tak memperhatikan dasar aturan itu. Barcelona melakukannya pada 2014. 10 pemain di bawah 16 tahun di bawa ke Barcelona, satu orang yang kita ingat tentu saja Takefusa Kubo,” tambah Gutzwiller.

Karenanya peran dari orang tua Arat sangat penting untuk bisa menjaga ‘bocah ajaib’ ini benar-benar menggapai mimpinya di waktu yang tepat.

“Kami sedang memikirkan masa depan dan langkah-langkah yang dapat kami ambil. Tidak ada yang menghentikan kami. Arat mencintai sepak bola. Ia ingin jadi pemain terbaik dunia,” ucap ayah Arat, Mohamed Hosseini.

Arat HosseiniFIFAinternasionalLionel Messi