Boikot Fans Pengaruhi Performa PSS Sleman di Piala Presiden 2019

Football5star.com, Indonesia – Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, mengakui aksi boikot dari fans mempengaruhi kinerja ia dan kolega di lapangan. Pada laga perdana Piala Presiden 2019, tim berjuluk Super Elja ditaklukan Madura United dua gol tanpa balas.

Bagus menambahkan, dengan sedikitnya penonton yang datang mendukung, gairah bermain di kandang tidak seperti biasanya. Ia pun mengakui tidak punya pilihan selain melanjutkan pertandingan meski harus berakhir dengan kekalahan.

“Walaupun sedikit, tapi tetap saja ini berpengaruh terhadap permainan kami di lapangan. Apalagi mereka selalu memberi kami semangat ketika bertanding. Tapi, semua tergantung pemainnya, apakah ingin terbawa suasana atau tidak,” katanya usai pertandingan.

PSS Sleman vs Madura United - Football5star - Twitter @MaduraUnitedFC
@MaduraUnitedFC

Sebelumnya, kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), sudah mengeluarkan ultimatum akan memboikot laga ini. Hal ini berkaitan dengan delapan tuntutan mereka terhadap manajemen klub yang hingga kini belum bisa dipenuhi.

Kedelapan tuntutan tersebut meliputi program pembinaan pemain muda, tuntutan fasilitas penunjang, hingga pembenahan di tubuh manajemen. Poin terakhir jadi poin paling rumit karena berkenaan dengan PT Putra Sleman Swasembada yang merupakan pemilik klub.

Para fans menganggap, timpang tindih dan peran ganda para pekerja di dalamnya menghambat profesionalisme klub. Hal ini pula yang berpotensi menjadi penghalang PSS Sleman untuk menjadi klub sepak bola mandiri di era industri. Sejauh ini, aliran dana yang mengalir ke kas klub dari sponsor merupakan sepenuhnya andil kreativitas para suporter ketika beraksi di tribun.

Comments
Loading...