Bom Asap di Anfield Buat Fan Chelsea Berusia 9 Tahun Jadi Korban

Football5star.com, Indonesia – Terjadi insiden saat laga Liverpool vs Chelsea di Stadion Anfield, Minggu (14/4/2019). Sebuah bom asap yang dilemparkan oknum suporter tak bertanggung jawab membuat anak 9 tahun jadi korban.

Anak berkebutuhan khusus yang juga fan dari Chelsea ini seperti dikutip football5star.com dari dailymail, Senin (15/4/2019) sempat panik saat bom asap tersebut jatuh tak jauh dari tempatnya. Kejadian itu terjadi tak lama setelah sadio Mane mencetak gol pertama Liverpool.

Donte Patterson-Stanley, korban dikabarkan mengalami mata merah, gatal, dan gangguan pernafasan. Untungnya petugas medis langsung beraksi cepat dan memberikan pertolongan pertama untuk korban.

“Tidak lama setelah bom asap itu dilempar, mata anak saya merah dan gatal serta berair. Ia juga terus batuk tanpa henti,” jelas ibu dari Donte, Frances Stanley.

dailymail.co.uk

Buntut dari kejadian ini, pihak kepolisan Merseyside dikabarkan akan melakukan investigasi untuk mencari pelaku pelemparan bom asap tersebut.

Tak hanya pihak kepolisian, FA kabarnya juga langsung menggelar investigasi terhadap kejadian ini. Pihak Liverpool sendiri belum memberikan keteragan atas kejadian yang berlangsung pada pukul 5:40 sore waktu setempat.

“Sampai saat ini kamu belum bisa memberitahukan siapa pelempar bom asap tersebut. Penyeledikan masih terus berlangsung,” kata salah satu petugas kepolisian Merseyside.

Jika menilik dari aturan FIFA, bom asap ataupun flare sebenarnya memang tidak dilarang. Namun penggunaan itu tidak dapat dibenarkan jika mengganggu jalannya pertandingan.

Namun dalam Security Regulation artikel 17 poin 3 disebutkan bahwa pengawas dan penyelenggara pertandingan memiliki wewenang untuk mengambik keputusan jika melihat resiko dari penggunaan pyrotechnic.

Comments
Loading...