Borneo FC Rugi Besar Gara-Gara Corona

Football5star.com, Indonesia – Penghentian kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi corona merugikan Borneo FC. Kedatangan wabah mematikan tersebut dianggap tidak tepat lantaran performa Pesut Etam tengah menanjak.

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin menuturkan, akibat penghentian kompetisi membuat program yang telah disusun jadi runyam. Baik di lapangan maupun secara operasional klub. “Ya semua aspek dirugikan. Tapi kami tidak saling menyalahkan walau virus datang di waktu yang tak tepat,” jelas Nabil di situs Liga Indonesia.

instagram.com/borneofc.id

PSSI selaku induk organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air menghentikan liga dengan status force majeure. Situasi ini membuat klub membubarkan pemain serta melakukan pemotongan gaji.

Wajar jika Nabil menganggap penghentian kompetisi merugikan. Sebab Sultan Samma dan kawan-kawan berada di jalur positif dengan memetik enam poin di tiga laga terakhir.

Borneo FC menduduki peringkat ketiga. Satu angka di belakang dari Bali United dan tertinggal tiga poin dari Persib Bandung di puncak klasemen. “Soal sepak bola ya kami selalu pantau. Bisa dibilang Borneo FC memang lagi bagus-bagusnya. Hanya karena situasi merubah segalanya,” keluhnya.

Nabil berharap wabah segera pergi. Sebagai pemangku jabatan tertinggi klub, dia ingin industri sepak bola Tanah Air kembali hidup. “Ya banyak sekali yang bergantung hidup dari sepak bola. Semoga musibah ini lekas berakhir agar berkegiatan normal lagi. Insya Allah,” pungkasnya.

borneo fc