Brescia Tak Ingin Sekadar Numpang Lewat di Serie A Italia

Football5star.com, Indonesia – Klub promosi Serie A Italia, Brescia sukses datangkan Mario Balotelli. Datangnya striker bengal itu tentu saja diharapkan publik Mario Rigamonti bakal memperkuat tim besutan Eugenio Corini bersaing di musim ini.

Berstatus juara Serie B musim lalu, Brescia tentu tak ingin hanya sekedar numpang lewat di Serie A Italia. Jika ditelisik dari susunan skuat Rondinelle saat ini bukan tidak mungkin mereka mampu bertahan atau mungkin meringsek hingga papan tengah.

Corini menatap Serie A musim ini tidak main-main. Dikutip dari transfermarkt, Selasa (20/8/2019) Rondinelle merekrut 9 pemain anyar dan memulangkan 3 pemain yang musim lalu mereka pinjamakan.

Yang menarik memang datangnya dua amunisi di lini depan. Selain Balotelli, Brescia juga merekrut striker dari Liga Prancis lainnya, Florian Aye. Striker 22 tahun ini memiliki rekor gol cukup bagus bersama Clermont Foot di Ligue 2. 18 gol ia torehkan bersama Clermont Foot di musim lalu.

Datangnya Balotelli dan Florian Aye akan membuat Corini memiliki cukup banyak opsi untuk menduetkan dengan Alfredo Donnarumma, mesin gol Brescia musim lalu. Striker yang dibeli Brescia dari Empoli ini jadi top skor di Serie B dengan catatan 25 gol.

ultimouomo.com

“Dia adalah pemain penting kami di lini depan dan kami tak salah merekrutnya dari Empoli musim panas lalu,” kata Corini seperti dikutip dari Sky Sports.

Tiga striker Brescia ini memang bisa jadi momok di pentas Serie A musim ini. Publik tentu ingin melihat lagi bagaimana seorang Mario Balotelli tunjukkan perfomance menawannya seperti yang pernah ia lakukan OGC Nice di Ligue 1.

Menanti duet Balotelli-Donnarumma

Di perhelatan Serie B musim lalu, Eugenio Corini acapkali gunakan formasi 4-3-1-2. Donnarumma ditandemkan dengan striker 28 tahun Ernesto Torregrossa. Duet Torregrossa dengan Donnarumma total mencetak 37 gol di Serie B musim lalu.

Tentu cukup riskan bagi Corini tetap mempertahankan duet ini. Salah satu faktornya ialah jam terbang. Butuh sosok striker yang sudah memiliki pengalaman untuk bisa membongkar rapatnya pertahanan tim di Serie A.

Kehadiran Balotelli menjadi solusinya. Jika melihat dari gaya permainan, Corini tentu bisa langsung menduetkan keduanya. Donnarumma memiliki kontrol bola yang cukup baik, ia juga pintar berada di ruang kosong barisan bek lawan.

mario balotelli-brescia-@brfootball

Teknik individunya untuk mengelabui pemain lawan juga di atas rata-rata. Kekurangan dari Donnarrumma hanya soal tendangan. Beberapa kali sepakan pemain bernomor punggung 9 ini sangat lemah. Kekurangan ini tentu bisa ditutupi oleh Balotelli.

Balotelli sebagai seorang striker juga tidak buruk-buruk amat. Musim lalu, eks pemain AC Milan ini rata-rata mencetak 0.42 gol per 90 menit bersama Marseille. Angkanya tak jauh berbeda dengan Donnarumma yang catatkan 0.86 gol per 90 menit di Serie B.

Seperti sudah menjadi rahasia umum, satu-satunya kekurangan Balotelli ialah sifatnya yang meledak-ledak. Musim lalu ia catatkan 11 kartu kuning dan 1 kartu merah atau 0.63 kartu kuning per 90 menit.

Masalah ini yang bisa membuat permainan lini depan Brescia jadi berantakan. Namun Corini masih memiliki dua striker lain yang bisa diduetkan dengan Donnrumma, Florian Aye dan Ernesto Torregrossa.

Peran vital Sandro Tonali

Brescia beruntung masih bisa mempertahankan gelandang muda Italia yang banyak diincar klub besar, Sandro Tonali.

“Saya tidak kaget ketika Sandro mendapatkan penawaran dari tim besar. Dia memiliki bakat dan penampilan luar biasa musim ini. Namun, kami akan berusaha keras mempertahankannya,” ujar Corini.

Meski baru berusia 19 tahun, peran Tonali di lini tengah Brescia musim lalu sangat vital. Menjadi seorang regista, Tonali sama dengan Pirlo mampu memainkan peran barunya dengan sangat fantastis. Memiliki kemampuan yang sangat tenang sat mengontrol bola dari lapangan tengah, Tonali juga memiliki passing akurat.

sandro tonali tak masalah tetap di brescia (@BresciaOfficial)

Selama 2483 menit membela Brescia di musim ini, Tonali rata-rata per 90 menit memberikan assist sebanyak 0.18 atau 5 assist yang ia berikan dari 28 caps di Seri B.

Ia berdiri di depan dua bek tengah untuk menghalau serangan lawan sekaligus orang pertama yang membangun skema serangan balik.

Dari kedalaman lini tengah, Tonali mampu memberikan passing sangat akurat dalam menciptakan skema serangan Brescia. Pekerjaan rumah tinggal di sektor belakang.

Corini harus memutar otak di lini belakang. Barisan bek dan kiper yang ia miliki belum memiliki kemampuan dan kapasitas cukup baik untuk bertahan dari gempuran striker Serie A lainnya.

Comments
Loading...