Brutalnya Sesi Latihan Arema di Era Galatama

Football5star.com, Indonesia – Pendiri Arema FC, Ovan Tobing, mengatakan bahwa sesi latihan Singo Edan di era Galatama cukuplah brutal. Ia pun mengatakan bahwa para penggawa senior Arema seringkali mengajak para pemain baru untuk berkelahi.

Di era Galatama, Singo Edan sendiri memang dihuni oleh pemain-pemain yang seringkali bermain kasar dan kerap mendapatkan hukuman dari wasit. Sebut saja nama-nama seperti Kuncoro yang seringkali mendapatkan kartu kuning dan merah.

“Kalau latihan, dulu itu isinya berantem. Nggak kayak sekarang kan. Sesama teman itu sering berantem setiap latihan. Kalau ada pemain baru, langsung disikat dulu sama mereka (pemain senior),” beber Ovan Tobing ketika ditemui oleh tim football5star.com di Radio Senaputra, Malang.

Ovan Tobing - Arema FC - Galatama -
football5star.com/SyukronDjamal

“Kalo nggak ada nyali kan dia pulang. Jadi, kalau pagi ada seleksi pemain dan sore saya datang ke mess nggak ada pemain, saya suka tanya ‘mana pemain baru?’ terus mereka jawab ‘sudah pulang. Nggak pantes mereka main di Arema itu. Cari lagi” sambung Ovan Tobing menambahkan.

Meskipun kerap kali dibuat pusing oleh ulah Kuncoro dkk, Ovan Tobing tetap merasa bersyukur. Pasalnya, ia hampir dipastikan hanya akan mendaratkan pemain-pemain yang memiliki nyali besar untuk bermain untuk membela panji Singo Edan.

“Tapi, akhirnya kami dapat pemain-pemain bagus. Seperti Singgih (Pitono) dan Kuncoro. Dulu itu, siapa yang mau pake Kuncoro? Nggak ada itu. Sekali main langsung kena kartu. Kalau kartu kuning nggak apa-apa. Lah ini kartu merah,” tandasnya.

Comments
Loading...