Carlo Ancelotti Beri Nasihat untuk Nicolo Zaniolo yang Kembali Cedera

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Everton, Carlo Ancelotti, memberi wejangan kepada pemain AS Roma, Nicolo Zaniolo, yang kembali menderita cedera parah. Ancelotti memberi nasihat itu karena dirinya pernah mengalami kejadian yang sama saat menjadi pemain.

Nicolo Zaniolo kembali menderita cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) pada laga Belanda vs Italia, (8/9/20). Padahal dia baru saja sembuh dari cedera ACL pada lutut kanannya, kali ini dia menderita di lutut kirinya. Ancelotti yakin Zaniolo bisa kembali bermain dan menjadi pemain kelas dunia.

Momen Lucu Carlo Ancelotti yang Tidak Mengenal Pemainnya Sendiri
@Everton

“Saya menonton dan langsung menyadari apa yang telah terjadi. Sayangnya, saya telah mengalaminya, jadi saya tahu betapa mengerikan akibatnya. Saya akan menelepon Zaniolo selama beberapa hari ke depan, untuk meyakinkannya. Saya jamin dia akan kembali lebih kuat dari sebelumnya,” ucap Ancelotti seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Ancelotti melanjutkan, “saya cedera 40 tahun yang lalu, tetapi operasi telah berkembang pesat sejak saat itu, sementara teknik rehabilitasi juga terus meningkat. Saya yakin Zaniolo akan menjadi pemain kelas dunia, yang mana bagus untuk Roma dan sepak bola Italia.”

Nasihat untuk Zaniolo

Carlo Ancelotti menderita cedera pertamanya pada 1981 pada lutut kanannya. Dia menderita cedera kedua pada 1983 pada lutut kirinya, keduanya saat dia bermain untuk AS Roma.

Tapi Ancelotti berhasil kembali ke permainan terbaiknya saat pindah ke AC Milan pada 1987, di mana dia merupakan bagian dari generasi emas Milan di bawah asuhan Arrigo Sacchi. Dia mengatakan bahwa hal itu karena dia lebih bermain ke dalam, dan dia meminta Zaniolo untuk melakukannya juga.

“Zaniolo memiliki teknik luar biasa dan bisa melakukan apa yang diinginkannya. Saya tidak mengesampingkan kemungkinan dia bisa memainkan peran yang lebih dalam seperti yang saya lakukan, menjadi gelandang yang hebat,” kata Ancelotti.

Mantan pelatih Real Madrid itu melanjutkan,”saya tidak pernah berpikir untuk menyerah, tetapi setiap hari saya bertempur dengan lutut saya. Lutut saya masih sakit, tapi saya terus berlari, naik sepeda dan melakukan tendangan bebas. Zaniolo harus melakukan hal yang sama, keluarkan semangat pejuang itu.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More