Carragher: Juergen Klopp Harus Tetap Pimpin Liverpool di Piala FA

Football5Star.com, Indonesia – Putusan kontroversial dibuat manajer Liverpool, Juergen Klopp. Dia menyatakan tak akan mendampingi timnya saat menjalani laga replay melawan Shrewsbury Town pada Babak IV Piala FA. Putusan itu pun disesalkan oleh legenda The Reds, Jamie Carragher.

Liverpool harus menjalani laga ulang setelah hanya bermain imbang 2-2 di kandang Shrewsbury, Minggu (26/1/2020). Laga ulang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Februari mendatang di Stadion Anfield. Namun, Liverpool dipastikan tak menurunkan tim utama. Sosok yang akan menangani tim pun bukan Juergen Klopp, melainkan Neil Critchley.

Putusan itu diambil Klopp karena jadwal laga ulang Babak IV Piala FA tersebut mengganggu agenda winter break timnya. Dia merasa skuat tim utama dan dirinya harus benar-benar melemaskan otot selama dua pekan tanpa agenda pertandingan itu.

Neil Critchley akan memimpin skuat Liverpool pada laga replay Babak IV Piala FA melawan Shrewsbury Town.
redmenfamily.dk

Hal itu dipahami Jamie Carragher. Namun, dia menilai Juergen Klopp seharusnya tetap menangani Liverpool pada pertandingan nanti. Selain demi menghormati Piala FA dan lawan, dia pun melihat ada sisi positif lain.

“Para pemain senior mendapatkan libur musim dingin adalah benar. Ini berlaku untuk semua klub Premier League. Namun, Klopp seharusnya tetap mendampingi tim. Para pemain muda di timnya akan senang,” ujar Jamie Carragher seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Lebih lanjut, eks pemain timnas Inggris itu mengungkapkan satu hal lain. Menurut dia, sangat penting untuk mencegah kemunculan headline buruk di media-media Inggris. “Fotonya di Ibiza dengan segelas bir tentu akan berada di semua halaman depan,” ucap dia.

Selain oleh Carragher, putusan kontroversial Juergen Klopp juga dikecam oleh beberapa klub Inggris. Pemilik Accrington Stanley, Andy Holt, menilai manajer asal Jerman tersebut telah menyepelekan Piala FA. Atas dasar itu, dia pun meminta The Reds dijatuhi hukuman berat.

Comments are closed.