Catatan Merah Suporter Indonesia Dua Bulan Terakhir

Football5star.com – Suporter Indonesia beberapa bulan terakhir menjadi sorotan tajam. Sayangnya, bukan karena aksi-aksinya yang memukau dunia. Tapi justru tindakan negatif menjurus tak sportif pada beberapa kesempatan.

Terhitung sejak dua bulan terakhir, beberapa kejadian yang didalangi oknum suporter terjadi. Pertama, soal pelemparan batu oknum tak bertanggung jawab ke bus Persija Jakarta yang baru saja selesai latihan resmi di Stadion Andi Mattalatta jelang final Piala Indonesia leg kedua.

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 1 - Instagram @docbro
Docbro

Kejadian tersebut bahkan membuat pertandingan ditunda. Apalagi, salah satu ofisial tim Macan Kemayoran mengalami luka serius di matanya usai terkena serpihan kaca.

Kericuhan jua tercipta pada laga Liga 2 antara Persik Kediri melawan PSIM Jogjakarta, 3 September lalu. Bahkan, beberapa motor yang terparkir di luar stadion turut dibakar oleh oknum suporter yang ricuh.

Bentrok Suporter Persik dan PSIM di Liga 2 - Antara-Prasetia Fauzani 1
Antara

Bukan cuma itu, oknum suporter yang rusuh dalam laga Persik vs PSIM jua membawa bom molotov. Atas kejadian itu, PSIM dihukum menjalani laga tandang tanpa suporter selama sebulan dari Komdis PSSI.

Tak berselang lama, tingkah suporter Indonesia jua tercipta di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Rusuh pecah saat laga Indonesia vs Malaysia. Dimulai dari nyanyian rasialis, hingga adanya pelemparan benda ke arah tribune suporter Malaysia.

Indra/F5s

Kericuhan kian melebar ketika Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. Bahkan, suporter Malaysia harus lari tunggang langgang saat dievakuasi melalui lorong pemain. Tak cuma itu, suporter Malaysia jua menunggu hingga tengah malam untuk bisa meninggalkan SUGBK.

Lalu, pada Sabtu (14/9/2019) bus Persib Bandung jua mengalami tindakan kurang terpuji oknum. Bus yang ditumpangi skuat Maung Bandung usai dijamu Tira-Persikabo dilempari batu oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

IG Ardi_Idrus22

Akibat bus Persib dilempari batu, dua pemain menjadi korban. Selain Nazari, Febri Haryadi jua mendapatkan perawatan. Tapi luka yang diterima Nazari boleh dibilang paling parah.

Rentetan itu tentunya harus menjadi pelajaran buat semua pihak, baik buat PSSI maupun suporter sendiri. Sebab, sejatinya suporter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti orang yang memberikan dukungan, sokongan, dan sebagainya (dalam pertandingan dan sebagainya). Bukan malah sebaliknya.

Comments
Loading...