Cavani Didorong Untuk Pindah Ke Tiga Klub Ini

Edinson Cavani baru saja menjadi penentu kemenangan Paris Saint-Germain atas Chelsea dalam leg pertama babak 16-besar Liga Champions yang berlangsung Rabu (17/2) dini hari lalu. Meski demikian, menurut sang ayah, Cavani tidak terlalu bahagia berada di PSG karena selama ini pelatih Laurent Blanc tidak memainkannya di posisi yang semestinya.

Publik umumnya mengenal bahwa Cavani memiliki karakter predator ulung di mulut gawang. Namun dalam skema 4-3-3 ala Blanc, satu posisi striker di tengah sudah mutlak menjadi milik Zlatan Ibrahimovic dan itu membuat Cavani harus digeser ke sisi kiri.

Dengan kata lain, Cavani yang biasanya selalu dilayani kini harus melayani Ibrahimovic dan itu tidak sesuai dengan ekspektasi yang ada ketika ia bergabung dengan PSG.

“PSG membelinya untuk dimainkan di posisi depan, namun Edi malah bermain di sisi sayap. Ia tidak bahagia bermain di posisi tersebut karena ia tidak bisa membantu tim dengan cara yang ia inginkan,” ujar sang ayah, dilansir Mirror.

“Selama Zlatan masih berada disana, ia akan tetap bermain di tengah. Sudah sangat jelas bahwa Edi akan lebih efektif jika dimainkan di posisi tersebut dan menunggu umpan-umpan silang dari rekannya. Edi dilahirkan untuk mencetak gol.”

Lebih lanjut, sang ayah menyarankan agar Cavani pindah saja dari PSG. Dengan usianya yang sudah menyentuh 29 tahun, maka ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan tawaran dari tim besar karena memang sangat jarang ada tim elite yang mau berjudi dengan membeli pemain yang sudah berusia 30 tahunan.

“Saya akan senang melihat Edi bermain untuk Real Madrid, Manchester United, atau Juventus.”

Edinson CavaniJuventusManchester UnitedParis Saint-GermainReal Madrid