Cerita Anang Ma’ruf yang Namanya Diganti oleh Roberto Mancini

Football5star.com, Indonesia – Pada era 90-an, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sempat memiliki program Primavera, seperti layaknya Garuda Select saat ini. Saat itu, sejumlah pemain Indonesia berkesempatan untuk menimba ilmu di klub Serie A, Sampdoria, salah satunya adalah Anang Ma’ruf.

Anang Ma’ruf jadi angkatan pertama yang menimba ilmu sepak bola di Sampdoria. Selain Anang, pemain yang masuk angkatan pertama Primavera adalah Kurnia Sandi, Ari Supriarso, Yeyen Tumena, Bima Sakti, Nurul Huda, Dedy Umarella, Kurniawan Dwi Yulianto, Indriyanto Nugroho, serta Asep Dayat

Cerita Anang Ma'ruf yang Namanya Diganti Jadi Mario oleh Roberto Mancini
goal

“Setelah Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy, saya menjadi pemain Primavera Indonesia terakhir yang berkesempatan menjadi tamu di Sampdoria pada 1995,” ucapnya seperti dikutip Football5star.com dari Sampdorianews, Minggu (27/9/2020).

Sedangkan di gelombang kedua, PSSI mengirim Aples Tecuari, Alex Pulalo (belakang), Chris Yarangga (tengah) dan Andi Iswantoro (kiper)

Ada cerita menarik tentang keberadaan para pemain Indonesia di tim yang saat itu dilatih oleh Sven Gorran Erikson tersebut. Salah satunya datang dari Anang Ma’ruf. Menurut mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut, orang Italia sangat susah untuk memanggil nama belakangnya.

Karenanya nama Ma’ruf kemudian berganti jadi Mario. Menariknya nama tersebut diucapkan langsung oleh mantan striker Sampdoria, Roberto Mancini. Nama Mario jadi panggilan Anang oleh eks pelatih Manchester City itu usai laga persahabatan melawan Hong Kong.

“Mungkin karena mereka yang berasal dari Italia kesulitan untuk mengucapkan kata Ma’ruf, makanya saya diberi nama baru, ‘Mario’,” kenang pemain yang sempat membela Persija di 1999 tersebut.

Secara personal, penampilan pemain PSSI Primavera sempat mencuri perhatian klub-klub Eropa. Kurniawan Dwi Yulianto jadi pionirnya.

Berkat keberhasilannya masuk dalam daftar top scorer Kompetisi Primavera 1993-1994, Sampodria memasukkan namanya dalam daftar pemain yang menjalani tur Asia pada 1994, termasuk ke Jakarta.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More