Cerita Kurniawan Dwi Yulianto Main di Eropa dan Dicap Tak Tahu Diri

Football5Star.comKurniawan Dwi Yulianto bercerita soal perjalanannya bisa berkarier di Eropa hingga sempat dicap tak tahu diri. Semuanya itu disebutnya merupakan bagian dari perjalanan panjangnya.

Hal itu semuanya diceritakan oleh Kurniawan saat diwawancara rekannya, Hamka Hamzah di Youtube. Dia menceritakan awal mula bisa berkarier di Eropa pada 1933 silam saat dirinya mengikuti program primavera.

Setahun kemudian, para pemain yang dianggap punya talenta diberikan kesempatan berlatih bersama tim senior Sampdoria. Saat pramusim ke Indonesia, Kurniawan diikutsertakan.

“Ada laga di Thailand, Hong Kong, dan China. Tapi saya tak bermain di Sampdoria. Selesai pramusim, saya mengikuti tes di FC Luzern,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto dalam kanal Youtube Hamka Hamzah.

“Waktu sepekan trial, setelah tiga hari, disuruh kembali untuk kontrak. Akhirnya saya bermain untuk FC Luzern. Pada 1995-1996, saya kembali ke Indonesia karena waktu itu, kuota pemain asing tim saya ada pemain dari Bulgaria,” sambung dia.

Lalu, yang didengar Kurniawan mengikuti arahan dari PSSI untuk pulang dan diberangkatkan ke Uruguay. “Ternyata saya kembali diberangkatkan ke Sampdoria untuk pramusim. Kenapa saya memilih kembali, sampai sekarang saya tidak akan buka. Biar itu menjadi rahasia saya,” papar pria yang kini jadi pelatih Sabah FA itu.

Sangat disayangkan, Kurniawan Dwi Yulianto menyebut ada nada sumbang di balik kepulangannya dari Sampdoria. Dia bahkan sempat disebut tak tahu diri.

“Walaupun agak miris buat saya, kepulangan saya dari Sampdoria, dibilang tak tahu diri dan segala macam. Saya tak pernah menyesali apa yang menjadi keputusan saya saat itu,” pungkas dia.