Cerita Kurniawan Dwi Yulianto Soal Debutnya Sebagai Pelatih di Malaysia

Football5Star.com, Indonesia – Kurniawan Dwi Yulianto, baru-baru ini bercerita soal debutnya sebagai pelatih di Malaysia saat tangani Sabah FA. Dia mengaku dalam musim perdananya ini banyak sekali ujian hingga bisa bikin Sabah FA bertahan.

Berstatus tim promosi, Sabah FA menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto sebagai nahkoda di Liga Super. Dia ditargetkan oleh manajemen agar bisa membawa tim bertahan di kasta teratas sepak bola Malaysia.

Awalnya berjalan lancar bagi Kurniawan dan Sabah FA. Tapi kemudian, pandemi COVID-19 datang. Sabah sempat berada di masa-masa sulit. Mereka nyaris saja terlempar kembali ke Liga Premier, hingga akhirnya dipastikan bertahan di Liga Super.

“Pertama saya ucapkan syukur alhamdulillah Sabah FA bertahan di Liga Super Malaysia untuk musim depan. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pemain, ofisial, dan manajemen atas kerja keras dan kesabaran sehingga kami kuat dan bertahan di Sabah FA,” kata Kurniawan Dwi Yulianto saat dihubungi awak media.

Sabah FA Bertahan, Kurniawan Dwi Yulianto Tak Berhenti Bersyukur

Memang, kata Kurniawan, setelah adanya pandemi COVID-19 persiapan tim sangat berkendala. Sebelum adanya pandemi, Sabah FA sebenarnya ada di urutan keempat. Tapi COVID-19 merusak semuanya. Hal itu lantaran timnya kesulitan mencari uji coba.

COVID dan Pilkada Jadi Ujian

“Karena di Pulau Borneo ini hanya ada Sarawak. Namun, di Sarawak juga sedang lock down. Kemudian untuk terbang ke Kuala Lumpur pun, tim-tim di sana sudah penuh dengan agenda uji coba. Jadi betul-betul kami berjuang tanpa uji coba,” beber Kurniawan.

Lalu pada dua pertandingan perdana setelah pandemi, Sabah FA langsung kalah beruntun. Mereka menganggap hal itu sebagai pemantapan tim untuk pengganti uji coba. Lalu perlahan tapi pasti perkembangan tim meningkat.

“Dengan segala cobaan yang kami hadapi, belum lagi tim kami terimbas adanya politik perubahan kerajaan/pemerintahan yang berimbas ke tim kami juga. Walaupun akhirnya sebelum dua gim terakhir sudah selesai permasalahannya. Tapi yang saya perlu katakan bahwa kesabaran, kekompakan, dan suasana di tim yang menguatkan kami sehingga kami bisa bertahan di Liga Super Malaysia.,” tutup Kurniawan Dwi Yulianto.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More