Cerita Manajer Kompetisi LIB: Pusingnya Urus Jadwal Liga 1

Football5star.com – Mengatur jadwal kompetisi sepak bola di Indonesia dengan berbagai macam isu boleh dibilang memusingkan. Hal itulah yang dirasakan oleh Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asep Saputra, yang menganggap kalau Liga 1 2019 merupakan tantangan terbesarnya.

LIB memang sempat dicemooh karena tak bisa mengatur jadwal yang baik untuk klub Liga 1. Mereka acap dicap tak manusiawi karena memberikan waktu istirahat tim yang singkat dari satu ke pertandingan lainnya.

Akan tetapi memang faktanya untuk mengatur jadwal kompetisi di Indonesia tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab di negara ini bukan cuma isu sepak bolanya saja yang berpengaruh, tapi ada yang lainnya.

“Saat awal kami berencana kick-off setelah Pemilu Presiden Tapi tak bisa langsung, ternyata baru bisa digelar Mei. Lalu ada Ramadhan juga. Dari situ kami hitung. Sebetulnya, kompetisi itu idealnya sembilan bulan, tapi mau bagaimana lagi,” ungkap Asep Saputra saat berbincang dengan wartawan.

Omid Nazari - Persib Bandung - @omidnazari
instagram.com/omidnazari

Dengan kondisi yang terjadi, LIB dipaksa untuk mengakhiri Liga 1 2019 pada Desember mendatang. “Belum lagi kami harus menyelipkan FIFA Matchday. Karena setiap jeda internasional, tak ada laga di Liga 1. Belum lagi Piala Indonesia, lalu AFC Cup,” papar dia.

Perubahan jadwal paling besar menurutnya memang ada setelah lebaran. Saat itu, PSSI sempat lama mencari lawan sebelum akhirnya bersua Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Sampai akhirnya kami harusnya selesai putaran pertama 23 Agustus molor hingga awal September, itu-pun masih banyak catatan, seperti PSM Makassar putaran kedua nanti main 21 kali,” jabar Asep.

Asep sendiri menjadikan segala kondisi itu sebagai sebuah tantangan. Dia memutar otak dalam waktu yang relatif singkat, Liga 1 2019 harus selesai Desember dan memberi waktu istirahat layak buat tim kontestan.

“Nah tantangannya menjaga klub recovery-nya tak mepet. Meski memang sempat dibilang tak manusiawi. Lalu pertinbangannya ada geografisnya. Jangan lupakan juga tim produksi. Sembilan laga, produksi semua, sirkulasi juga harus kami atur,” pungkas dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More