Cerita Pahit Edouard Mendy, Tak Punya Uang Saat Kelahiran Buah Hati

Football5star.com, Indonesia – Chelsea resmi mendapatkan kiper Rennes, Edouard Mendy. Kiper asal Senegal itu ditebus oleh The Blues dengan banderol sebesar 22 juta poundsterling. Kedatangan Mendy tentu bakal menggusur kiper Kepa Ariizabalaga.

“Saya sangat senang karena akhirnya bisa menyelesaikan kepindahan ke sini. Mimpi saya untuk datang ke sini dan menjadi bagian skuat Frank Lampard akhirnya bisa menjadi nyata,” ujar Mendy seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, Kamis (24/9/2020).

Kiper berusia 28 tahun ini mengawali kariernya di klub kecil Prancis Cherbourg pada 2011. Ia lalu pindah ke tim besar Ligue 1, Marseille pada 2015 namun saat itu ia hanya menjadi bagian dari tim B Marseille.

Bukan hal mudah bagi Mendy menjalani karier sebagai pesepak bola profesional. Mendy mengatakan bahwa dirinya selalu bekerja tiap hari, tidak hanya tiap akhir pekan saat ada pertandingan.

“Saya bekerja keras untuk terus tampil bagus dalam pertandingan. Ketika saya bagus, saya bahagia, dan jika tidak tentu kecewa. Tapi saya tipikal orang yang cepat melupakan hal buruk dan bangkit untuk tampil lebih baik,” ucap Mendy kepada goal.

Tak punya uang dan hampir jadi penjaga toko

Yang menarik dari perjalanan hidup seorang Edouard Mendy adalah perjalanan hidup dan keterpurukan saat belum terkenal seperti saat ini. Mendy menyebut bahwa ia pernah berada di titik terendah, tidak memiliki uang saat sang istri sedang mengandung anak pertama.

“Itu membuatku stress. Saya bahkan bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya akan tetap melanjutkan bermain sebagai seorang kiper. Bukankah lebih mudah untuk menjadi seorang pebisnis, melindungi keuangan keluarga dan bisa melihat masa depan lebih tenang?” kenang Mendy.

Ia bahkan sampai sempat didatangi petugas lembaga pemerintah Prancis yang mengurus pengangguran. “Penasihat saya bertanya apa yang ingin saya lakukan untuk dapat mencari nafkah. Saya menjawabnya sepak bola. Dia menjawab bahwa pada satu titik, kita harus memikirkan hal lain di luar itu,”

Beruntung bagi seorang Mendy, ia memiliki bekal sebagai pemilik gelar sarjana bisnis. Mendy pun sempat mengatakan seandainya ia gagal sebagai seorang kiper, maka mau tak mau ia akan membuka toko.

“Pada saat itu, seorang teman membuka butik, dia mengizinkan saya untuk mengelola tokonya. Itu di Le Havre. Saat itu, saya memiliki alternatif jika gagal di sepak bola.”

ChelseaEdouard MendyEntertainmentLiga InggrisRennes