Cerita Pemain Persiraja Soal Diberlakukannya Jam Malam di Aceh

Football5Star.com – Pandemi virus corona kini sudah mulai menimpa Aceh. Pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi, menyebut kalau pemerintah setempat kini sudah memberlakukan karantina wilayah dan jam malam.

Virus COVID-19 memang bukan cuma berbahaya, tapi sudah merusak tatanan sepak bola di seluruh dunia, termasuk Indonesia. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) jua sebelumnya sudah memutuskan kompetisi ditunda paling tidak hingga 29 Mei 2020.

Kini, virus berbahaya itu sudah mulai masuk ke Aceh. Hal itu diakui oleh MIftahul Hamdi yang kini jua melakukan karantina mandiri agar tak ikut terjangkit virus corona. Bahkan dia menyebut kalau diberlakukan jam malam di Aceh.

miftahul hamdi-persiraja
@persirajaupdate

“Kalau di Aceh yang katahuan positif empat atau lima orang. Baru mulai kemarin dilakukan lockdown. Tapi masih bisa keluar. Ada jam malam juga. Jam 8:30 malam,” unkap Miftahul saat dihubungi wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, eks pemain Bali United itu jua bicara soal pembayaran gaji maksimal 25 persen. Dia menyebut kalau hal itu memberatkan meski Maret ini masih mendapat bayaran penuh dari Persiraja.

“Dari pemain kalau saya sendiri dapat 25 persen pasti dikit banget. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Apalagi pemain bola hampir 90 persen pekerjaanya hanya di sepak bola. Mungkin hanya 10 persen yang punya sampingan,” tutup dia.