Cerita Pilu Eks Manchester United yang Jadi Alkoholik dan Ingin Bunuh Diri

Football5star.com, Indonesia – Eks Manchester United, Roy Carroll buka suara terkait kondisi pilu yang pernah ia alami beberapa tahun ke belakang. Carroll mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami depresi dan berubah menjadi alkoholik.

Dikutip Football5star.com dari Mirror, Selasa (15/9/2020) kondisi pilu itu dirasakannya saat bermain di West Ham United pada 2005 setelah pindah dari Manchester United. Apa penyebab Carroll depresi? Cedera. Ya, cedera membuat Carroll berada di titik nadir kehidupan manusia.

Roy Carroll- Cerita Pilu Eks Manchester United yang Jadi Alkoholik dan Ingin Bunuh Diri
goal

“Saya masuk ke dalam lubang yang sangat kecil, dan itu semakin besar tiap harinya. Karnea saya cedera, saya tidak bisa ikut latihan seperti pemain lainnya. Mereka menyuruh saya ambil cuti selama dua bulan,” ucap Carroll di UTD Podcast.

Dikatakan oleh Carroll, saat cuti dua bulan tersebut, ia banyak melakukan aktifitas yang sama selama berhari-hari yakni minum alkohol.

“Saya melakukan rutinitas yang sama selama berhari-hari, bangun sekitar pukul 10, minum. Minum lagi saat makan siang, dan juga kembali minum saat sore hari,” ungkap Caroll.

“Istri saya tahu saya dalam kondisi sangat buruk. Itu sebabnya saya memutuskan untuk pergi ke panti rehabilitasi. Saya bahkan sampai tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan betapa buruknya saya.” kata Carroll.

“Saya meminum apapun yang ada di depan saya. Saya tidak peduli betapa mengerikan rasanya. Saya akan tetap meminumnya. Saya tahu saya mungkin akan mati jika saya terus melakukan itu semua,”

Ketika disinggung apakah ia sempat berpikir untuk bunuh diri. Carroll hanya menjawab singkat. “Siapa yang tahu”

Beruntung bagi Carroll, istrinya setia menemani dirinya di kondisi tersulit dalam kariernya. Dukungan dari keluarga juga yang pada akhirnya membuat Carroll bisa terbebas sebagai pecandu alkohol.

“Saya harus mengubah diri sendiri. Akhirnya saya kembali ke istri saya dan memintanya untuk bisa kembali menerima saya. Ia tak langsung melakukan hal itu, tapi saya berusaha untuk bisa berubah,”

Setelah melakukan rehabilitas selama beberapa bulan, Carroll bisa terbebas dari pengaruh alkohol. Saat ini, ia malah ikut membantu klinik tempat ia direhabilitasi di Irlandia Utara.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More