Cerita Pilu Tim U-20 PSM: Gaji 10 Bulan Ditunggak, Hingga Tak Ada Perjanjian Kontrak

Football5Star.com, Indonesia – Nasib miris menghampiri skuat PSM Makassar U-20 ketika mereka kedapatan belum menerima gaji selama beberapa bulan. Tak hanya tim U-20 mereka, PSM U-19 tahun lalu pun dikabarkan ada sebagian gajinya yang belum dibayar.

Tercatat, tim muda dari Juku Eja tersebut hingga kini belum menerima gaji selama 2 bulan di kompetisi 2019. Awalnya, mereka memang menerima gaji pertama di bulan Agustus lalu saat awal kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019.

Namun, hingga kini mereka masih belum menerima kejelasan mengenai sisa gaji yang harus mereka terima.

Nasib yang kurang mengenakkan lebih dirasakan oleh para tim pelatih dari PSM U-20. Pada Selasa sore (5/10/2019), Football5Star.com mencoba menghubungi salah satu asisten pelatih, Deny Marcel. Kepada kami, Deny menceritakan secara rinci mengenai berapa lama ia tak digaji oleh manajemen PSM U-20.

Disebutkan oleh Deny, dirinya bersama pelatih lainnya yakni Syafril Usman dan Usman Halik total sudah tak menerima gaji selama 10 bulan. Dengan rincian 8 bulan pada kompetisi 2018, dan tambahan 2 bulan di kompetisi 2019.

“Gaji saya sebagai asisten pelatih PSM U-19 tahun lalu belum dibayar, total ada 8 bulan yang belum dibayar dari total 1 tahun kontrak. Tahun ini, saya masuk lagi menjadi asisten pelatih PSM U-20 dan baru satu bulan digaji pada bulan Agustus, jadi kita belum menerima gaji bulan September dan Oktober,” kata Deny Marcel, saat dihubungi Football5Star.com.

Tak Ada Draft Kontrak di Musim Kompetisi 2019

Lebih lanjut, Deny juga merasa bingung dengan manajemen PSM U-20. Pasalnya, di kompetisi Elite Pro Academi Liga 1 U-20 2019 ini, mereka sama sekali tak disodori draft kontrak untuk mereka tanda tangani. Artinya, Deny merasa seperti ditipu oleh manajemen PSM U-20 lantaran dirinya ditawari pekerjaan namun tak ada kontrak yang ditanda tangani.

“Anehnya di tahun ini, saya dan yang lainnya tidak mendapat draft kontrak, jadi saya belum tanda tangan kontrak sama sekali. Kalau statusnya begini, sama saja seperti penipuan karena tidak ada hitam di atas putih. Saya tanya ke manajemen, katanya belum dipersiapkan, lain waktu saya tanya lagi lalu katanya belum dicetak, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan,” tutur Deny.

“Jadi kalau ditotal kami sudah tidak digaji selama 10 bulan, rincian dari 8 bulan di kompetisi 2018, lalu dua bulan September dan Oktober di kompetisi Elite Pro Academy di 2019,” kata Deny melanjutkan.

Deny pun berharap agar manajemen PSM U-20 membuka hatinya agar memikirkan nasib mereka. Pasalnya, dirinya juga mempunyai tanggung jawab untuk membiayai istri dan anak-anaknya. Lebih lagi, ia juga merasa kasihan dengan para pemain PSM U-19 tahun lalu, juga tim PSM U-20 yang tahun ini belum dibayarkan gajinya.

“Pemain PSM U-19 tahun lalu pun beberapa ada yang belum dibayar. Dari kontrak 6 bulan yang mereka terima, ada beberapa pemain yang hanya dibayar 3 bulan, ada juga yang 2 bulan. Lalu pemain PSM U-20 tahun ini ada yang sudah dibayar, ada juga yang belum. Saya termasuk yang belum dibayar,” katanya.

“Saya sudah cukup sabar, saya juga sudah banyak menunggu. Tapi saya juga kan banyak kebutuhan. Anak-anak saya dua orang masih kecil, saya butuh biaya buat merawat mereka dan istri. Saya berbicara seperti ini agar manajemen PSM jangan angap remeh pembinaan,” tutur Deny mengakhiri.

Elite Pro AcademyLiga IndonesiaPSM MakassarPSM Makassar U-20