Cerita Anak Tukang Listrik Menjadi Legenda Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Karier kepelatihan Raul Gonzalez Blanco baru seumur jagung. Namun, dia memiliki karakter kuat untuk menjadikannya pelatih jempolan. Hal itu terbangun dari lika-liku perjalanan karier sejak kecil, dari anak tukang listrik hingga menjadi legenda besar Real Madrid.

Meski tak sedikit yang mengatakan bahwa Raul Gonzalez adalah tipe pria kalem dan tenang, karakternya di lapangan sejatinya cukup kuat. Dia pun memiliki prinsip yang menjadi landasan dalam menerapkan filosofi kepelatihannya sejak didaulat menangani Real Madrid Castilla.

Mantan pemilik nomor punggung 7 di skuat Real Madrid itu mengatakan, filosofi pembinaannya bukan tentang memenangkan pertandingan dengan cara apa pun. Raul menjelaskan, dirinya ingin tim menunjukkan bahwa sikap respek kepada lawan di lapangan sangatlah penting.

Cerita Raul Gonzalez Si Anak Tukang Listrik Menjadi Legenda Real Madrid - Marca
Marca.com

“Saya merasa penting untuk memiliki standar etika yang sangat tinggi. Ada cara indah untuk memenangkan pertandingan, ada pula cara lainnya, dan yang itu bukan cara saya. Respek adalah bagian dari eksistensi saya,” kata Raul Gonzalez saat berbicara di acara UEFA Grassroots Conference, dikutip Football5star.com dari Marca.com.

“Anda harus terkoneksi dengan nilai-nilai Anda sendiri. Saya pun akan selalu berusaha terhubung dengan hal-hal yang menurut saya baik dalam sepak bola, dan mencoba mengesampingkan hal yang negatif,” urai Raul menambahkan.

Kenal Sepak Bola Sejak dalam Kandungan

Raul Gonzalez turut membagi pengalaman mengenai langkah pertamanya dalam sepak bola. Dalam kenangannya, bola seolah sudah akrab sejak dirinya bahkan masih dalam kandungan.

Kebetulan, ayah Raul pun sangat menggilai olahraga sepak bola. Tak heran perkenalan dengan si kulit bulat sudah dirasakan Raul sejak dini melalui kedua orang tuanya. Sejak kecil, Raul tak pernah kehilangan dukungan keluarga.

Dengan keterbatasan ekonomi, Raul merasakan betul bagaimana ayahnya punya peran sangat penting dalam kariernya. Bahkan, sang ayah rela menemani Raul setiap latihan atau pertandingan di tengah kesibukannya bekerja sebagai tukang listrik.

“Kami adalah keluarga kelas pekerja. Ayah bersama saya sepanjang hari-hari pada awal-awal saya belajar sepak bola. Dia mengantar saya ke pertandingan, dan sangat mendukung saya. Dia tipe orang penuntut, tapi akan selalu mendorong saya. Keluarga adalah sumber dukungan yang begitu penting,” urai Raul.

Jalan yang ditempuh si anak tukang listrik dalam menggeluti dunia si kulit bulat pun tak terlalu mulus. Apalagi, pada masanya sangat minim sekolah sepak bola untuk menyalurkan bakat. Tak seperti sekarang dengan membludaknya sekolah hingga akademi sepak bola.

Bermain Sepak Bola di Jalanan - Reuters
Ilustrasi Reuters

“Ketika itu, anak-anak bermain di jalanan, saat istirahat sekolah, dan taman bermain, bersama teman-teman. Tak ada sekolah khusus sepak bola. Sampai saya berusia 11, pendidikan sepak bola saya adalah dengan teman-teman di jalan,” tutur pria yang kini berusia 41 tahun itu.

Pada akhirnya, perjuangan memang tak pernah mengkhianati hasil. Raul Gonzalez Blanco tercatat sebagai salah satu legenda terbesar Real Madrid. Sepanjang kariernya, dia mengoleksi 323 gol dari 741 penampilan untuk Real Madrid

Enam gelar juara LaLiga, 3 trofi Liga Champions, 4 totel Piala Super Spanyol, 1 Piala Super Eropa, serta 2 dari ajang Piaal Interkontinental, menjadi bukti kegemilangan Raul Gonzalez bersama Los Blancos.

Comments
Loading...