Cerita Viral KKN Desa Penari “Rasuki” Sepak Bola Indonesia?

Football5star.com, Indonesia – Dalam kurun waktu terakhir ini publik jagat maya Twitter, ramai membicarakan soal cerita mistis KKN Desa Penari. Menariknya saat publik ramai bicarakan cerita viral itu, sepak bola Indonesia terkena dampaknya.

Entah kebetulan atau tidak, di beberapa minggu terakhir ada dua pesepak bola Liga Indonesia yang kemudian merasakan kejadian mistis saat bermain sepak bola. Yang pertama ialah striker Persija Jakarta, Marko Simic.

Gagal jaringkan gol saat laga Persija vs Badak Lampung pada 1 September lalu. Striker asal Kroasia itu mengaku merasakan hal ghaib saat melawan Badak Lampung.

Marko Simic terus mencetak gol bersama Persija Jakarta pada ajang Liga 1 2019 dan berpeluang menyamai rekor Sylvano Comvalius.

“Saya juga sedikit bingung karena seperti ada hal ghaib di pertandingan kali ini, dengan tiga kali membentur mistar gawang itu buktinya, dan untuk itu besok saya harus bangkit lagi, harus percaya diri kembali, dan harus latihan lebih berat lagi untuk kembali bangkit,” kata Simic seusai laga.

Pesepak bola kedua yang juga merasakan hal ghaib ialah pemain PSMS Medan M Choirun Nasirin. Saat membela PSMS Medan hadapi Perserang Serang di Liga 2, Jumat 6 September lalu, Nasirin tiba-tiba tumbang.

Hasil pemeriksaan tim dokter menyebutkan Nasirin tak mengalami kondisi yang membahayakan. “Terakhir saya ingat di belakang gawang terlintas ibu saya dan bisikin saya ‘Nak ayo pulang’. Nah habis itu dada saya sesak dan gelap semua,” kata Nasirin.

Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang pun mengaku susah untuk menjelaskan kondisi tersebut secara logika. Menarik bukan, apakah di sepak bola hal klenik atau berbau mistis memang benar-benar ada?

Mistik di sepak bola

Bagi penggiat hal mistik, praktek ilmu hitam sering disebut dengan istilah ‘ngelmu’. Dikutip dari sejumlah literasi, ngelmu memiliki arti ajaran rahasia atau esoteris untuk pegangan hidup seseorang. Dalam Srat Wedatama karya Mangkunegara IV, “Ngelum iku, kalakone kanthi laku”.

Apa artinya? ujung pengetahuan yang bersifat makrifat dan orang yang berusaha mencari ngelmu melalui cara salik atau mistikus. Faktanya jika kita bicara budaya masyarakat Indonesia, praktek mistik sudah menjadi identitas yang sulit untuk dipisahkan, termasuk di ranah sepak bola.

Salah satu penulis ternama Darmanto Simaepa dalam blog pribadinya sempat memaparkan bagaiamana praktik mistis memang terjadi di sepak bola.

Di tulisannya yang berjudul “Dari Gaud Sampai Ayat Suci, Dari Celana Dalam Hingga Tulang Babi”, Darmanto menyebut ritus aneh memang biasa di sebuah pertandingan sepak bola, utamanya di tingkat tarkam.

Darmanto misalnya mencontohkan ritus tulang babi yang digunakan oleh salah satu kepala desa di Temanggung demi membuat tim sepak bolanya meraih kemenangan.

Bagi pendukung Persegres Gresik United juga mungkin sudah cukup familiar dengan rahasia umum soal sosok penunggu di selatan Stadion Brawijaya. Sosok tersebut diyakini sangat menyukai warna kuning. Tim dengan kostum warna kuning di stadion Kediri diyakini akan menjadi pemenang.

Ditinjau dari aspek budaya, apa yang terjadi di tingkatan grassroots sepakbola nasional memang sudah menjadi rahasia umum bagi banyak orang. Cerita dari mulut ke mulut soal klenik di tarkam menjadi viral dan kemudian menjadi fakta dan kebenaran hakiki.

Ritus klenik dari yang paling sulit seperti dikisahkan Darmanto Simaepa dengan kepala babi atau ritus sederhana memasukkan daun kelor ke dalam kaos kaki pemain jadi hal lumrah dilakukan satu tim.

Sebagai permainan yang dilakukan manusia tak aneh sebenarnya jika praktek klenik sampai merasuki. Sebagai olahraga yang dimainkan manusia, sepak bola pada hakekatnya akan terus mencitrakan menjadi homo ludens, yakni wujudnya. Wujud seperti apa, wujud masyarakat nusantara yang penuh dengan budaya, termasuk budaya mistis.

Mistis sepak bola di luar Indonesia

Mistis pada sepakbola sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, di Rwanda misalnya. Pada 2016 lalu terungkap kabar soal penggunaan santet di liga lokal di sana.

FERWAFA, federasi sepak bola Rwanda bahkan sampai harus menerapkan aturan baru yakni pelarangan untuk semua klub yang main di kasta tertinggi menggunakan santet.

Laporan dari Dailymail juga menyebutkan sebenarnya sebelum aturan ini berlaku penggunaan santet di liga Rwanda menjadi hal biasa. Beberapa klub menggunakan jasa dukun untuk menyantet pemain lawan yang dianggap bakal membahayakan mereka.

Pada penyelenggaraan Piala Dunia 1990 sempat tersiar kabar yang cukup menghebohkan soal adanya cairan obat penenang yang digunakan untuk mengalahkan negara peserta. Dikutip dari Theguardian, full back Brasil, Branco ialah orang pertama kali mengungkap kisah itu.

Menurut Branco saat laga Argentina vs Brasil di babak 16 besar, ia menenggak air minum dari bangku cadangan Argentina. Setelah menenggak air minum ia merasa mengantuk dan kelelahan.

Gol tunggal Argentina yang dicetak oleh Claudio Caniggia di babak kedua diklaim oleh Branco akibat efek minuman tersebut. Kasus ini sempat menyita perhatian publik saat itu hingga pada kesimpulan bahwa air misterius tersebut sudah diberi mantra-mantra.

Dari kasus yang terjadi di Rwanda dan dua Piala Dunia tersebut kita bisa menjawab sebenarnya, apakah penggunaan klenik, hal berbau mistik, santet, atau ilmu hitam di sepakbola ialah cermin masyarakat yang ‘terbelakang’ atau tidak.

Comments
Loading...