Chelsea Kalah, Frank Lampard Pasrah Jika Dipecat

Football5star.com, Indonesia – Chelsea tumbang 0-2 saat melawan Leicester City di Stadion King Power dalam lanjutan Liga Inggris, Rabu (20/1/2021) dinihari WIB. Kekalahan ini membuat pelatih Chelsea, Frank Lampard mulai bicara soal masa depannya di Stamford Bridge.

Menurut Lampard, kekalahan ini membuat tekanan terhadap dirinya semakin besar. Ia pun menegaskan bahwa soal pemecatan di luar kendalinya dan ia hanya bisa menunggu keputusan dari manajemen.

James Maddison - Leicester - Chelsea - Liga Inggris - @lcfc

“Hasil ini sangat negatif. Hasil buruk Chelsea selalu menekanku sejak beberapa waktu lalu. Harapan di klub ini sangat tinggi. Soal pemecatan tentu saja bukan keputusanku. Ada beberapa hal yang berada di luar kendaliku,” kata Lampard seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Terkait pertandingan melawan Leicester, Lampard mengkui bahwa pemain Chelesea bermain tidak bagus. Menurut Lampard, fokus dan skema permainan The Blues sangat tidak jelas sehingga mudah dipatahkan Leicester.

“Sederhananya, pemain tidak bermain bagus seperti yang seharusnya mereka mainkan. Saya kecewa dengan dua gol tersebut. Kami tahu bisa bersaing dengan Leicester, tapi kami kebobolan dua gol,” ucap Lampard.

Frank Lampard pun melihat pemain Chelsea terus mengalami kemunduran. Penampilan anak asuhnya dianggap Lampard sangat lambat dan masalah kebugaran pemain tak mampu diatasi dengan baik.

“Kami meraih kemenangan saat melawan Fulham dengan permainan yang kurang bagus. Saya khawatir dengan kemunduran tim. Kami memang memiliki beberapa kemenangan, tapi lima kekalahan dari delapan laga bukanlah hal yang bagus,”

Kekalahan dari Leicester ini pun membuat kursi Lampard semakin digoyang. Sejumlah media di Inggris mulai memunculkan sejumlah nama kandidat pengganti Lampard sebagai pelatih Chelsea. Salah satunya ialah mantan striker The Blues, Andriy Shevchenko.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More