Coman Ingin Ikuti Jejak Ribery di Bayern

Football5Star.com, Indonesia – Winger muda Asal Prancis, Kingsley Coman, berhasrat mengikuti jejak seniornya di Bayern Munich, Franck Ribery. Adapun jejak yang ingin diikutinya adalah bertahan sangat lama di Allianz Arena. Hingga saat ini, Ribery tercatat telah sebelas musim membela klub asal Bavaria tersebut.

Keinginan tersebut diungkapkan Coman dalam wawancara dengan Kicker, Rabu (17/1/2018). Dia merasa sangat kerasan di Allianz Arena. Apalagi sejak Jupp Heynckes menggantikan Carlo Ancelotti pada Oktober 2017. Dia merasa sentuhan pelatih gaek itu menimbulkan rasa nyaman.

Kingsley Coman merasa lebih bebas di bawah asuhan Jupp Heynckes.
Twitter @FCBayern

“Aku merasa sangat nyaman di sini. Jadi, tak ada alasan untuk berspekulasi. Klub ini selalu memperlakukanku dengan sangat baik. Itu sebabnya, aku tak berpikir panjang saat mereka menyodorkan kontrak jangka panjang kepadaku. Aku ingin meninggalkan kesan mendalam di sini dan menghabiskan banyak masa bersama klub ini,” terang Coman.

Menyangkut keberadaan Heynckes, pemain berumur 21 tahun itu menilainya sebagai berkah tersendiri. Dia tak ragu menyebut pelatih berumur 72 tahun itu sebagai sosok pembebas. “Bersama dia, aku merasa dibolehkan untuk membuat kesalahan. Itu membuatku merasa lebih bebas di lapangan,” tandas dia.

Menurut Coman, hal itulah yang membedakan Heynckes dari Ancelotti. Itu pula yang membuat dia merasa lebih tertekan semasa ditangani Don Carlo pada musim lalu. Apalagi dia lebih sering menjadi pemain cadangan selama ditangani pelatih asal Italia tersebut. Datang ke stadion hanya untuk menjadi cadangan, kata dia, menjadi tekanan tersendiri bagi pemain. Tak terkecuali dirinya.

Bulan lalu, Coman resmi menandatangani kontrak baru yang membuat dia terikat dengan Bayern hingga 2023. Sejak kedatangannya sebagai pemain pinjaman dari Juventus pada 2015-16, Coman digadang-gadang sebagai penerus Ribery di sisi kiri penyerangan Die Roten.


Tahukah Anda?

Pemain Prancis pertama yang membela Bayern Munich adalah striker Jean-Pierre Papin. Diboyong dari AC Milan pada awal musim 1994-195, dia bertahan selama dua musim. Namun, karier sang striker tidaklah gemilang. Papin hanya membuat enam gol dalam 40 laga bersama Die Roten di berbagai kompetisi.