COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu, BNPB Disebut Ragu Izinkan Liga 1

Football5Star.com, Indonesia – Kondisi COVID-19 yang masih tinggi bahkan menyentuh 100 ribu pasien membuat BNPB disebut-sebut ragu izinkan Liga 1 2020 digulirkan lagi. Pendapat itu disampaikan oleh Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

Seperti diketahui, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia memang terus bertambah. Per 28 Juli, disebut sudah ada 102 ribu orang yang terpapar virus itu, 60,593 sembuh dan 4901 meninggal dunia.

Persebaya Surabaya sendiri menjadi salah satu klub yang menolak Liga 1 2020. Manajer Candra Wahyudi, menyebut kalau BNPB jua pastinya akan ragu mengeluarkan rekomendasi agar Liga 1 2020. Meski memang, pihaknya mengapresiasi langkah PSSI yang sudah berkomunikasi langsung dengan BNPB.

Candra Wahyudi - Piala Gubernur Jawa Timur - Persebaya Surabaya - @officialpersebaya
instagram.com/officialpersebaya

“Kami tentu mengapresiasi langkah PSSI yang merespon (keinginan klub), berkomunikasi dengan pemerintah dan BNPB. Tapi kami juga sudah berkomunikasi dengan BNPB di Surabaya,” kata Candra dalam diskusi virtual di Trans 7.

“Mereka (BNPB daerah) menyatakan bahwa, meski BNPB pusat ada lampu hijau belum tentu BNPB daerah memberi lampu hijau,” sambung dia.

Jawa Timur memang menjadi salah satu daerah paling parah penyebaran COVID-19 di Indonesia. Data terbaru menyebut kalau ada 20,812 kasus positif di sana. Hal inilah yang membuat Persebaya yakin BNPB akan ragu menurunkan rekomendasi buat Liga 1.

“Misalnya BNPB pusat memberi rekomendasi jalan, belum tentu berlaku buat Persebaya di Surabaya yang saat ini kita tahu zonanya masih merah atau mungkin hitam,” kata dia.

Hal-hal seperti ini, kata dia, harusnya bisa diantisipasi PSSI. “Misal ada salah satu klub yang tidak mendapat izin main seperti apa? Ini yang harus kita pikirkan, bukan hanya memikirkan janji-janji manis bahwa liga jalan. Hal-hal buruknya juga harus diantisipasi sehingga kita nyaman memutuskan ikut atau tidak,” tutup dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More