Kepada Media Asing, Brwa Nouri Sebut Setahun Hidupnya Sia-Sia di Indonesia

Football5star.com Indonesia – Gelandang asal Bali United, Brwa Nouri, melontarkan kritik pedas untuk Indonesia. Dia geram karena setahun hidupnya terbuang sia-sia karena tak ada kompetisi sepak bola di Indonesia.

Sejatinya, Brwa Nouri baru saja menandatangani kontrak baru bersama Bali United pada akhir 2020. Namun, Liga 1 2020 yang akhirnya resmi dihentikan membuat pemain asal Irak itu mulai berpikir ulang untuk bertahan.

Brwa Nouri - Bali United - Liga 1 - @baliunitedfc
Instagram @baliunitedfc

Solusi terbaik akhirnya dibuat. Bali United meminjamkan Brwa Nouri ke klub Irak, Zakho FC, dengan durasi hingga tiga bulan ke depan. Dengan demikian, ketika Liga 1 2021 bergulir nanti, Bali United bisa menggunakan tenaganya lagi.

Kepada media Swedia, Nouri mengaku senang akhirnya bisa merasakan kembali kompetisi setelah dipaksa libur cukup lama. Apalagi, selama ini dia merasa digantung karena ketidakjelasan nasib kompetisi di Indonesia.

“Aku terakhir bermain pada Maret tahun lalu. Kami berhenti setelah tiga pertandingan. Mereka bilang sampai April. Namun, pada akhir Maret disebutkan tak ada kompetisi sampai Juli,” ucap Brwa Nouri membuka penjelasan.

“Lalu, Juli menjadi September, menjadi Oktober, menjadi November. Baru beberapa pekan lalu keputusan akhir dibuat untuk membatalkan musim 2020. Tak ada yang menang. Kami harus memulai dari awal untuk musim 2021. Kapan? Masih belum jelas juga. Terakhir kabarnya pada awal musim panas, setelah Ramadan,” urai Brwa Nouri menambahkan.

Brwa Nouri - Bali United - baliutd. com
Baliutd.com

Brwa Nouri juga mengkritik keras kebijakan di Indonesia yang terus menghambat kelangsungan kompetisi. Padahal, kegiatan keramaian lain disebut masih cukup marak.

“Ada 150 negara di dunia yang terdapak virus corona lebih buruk dari Indonesia tapi tetap bisa bermain sepak bola. Di Indonesia, klab pantai buka, restoran buka, anda bisa berpesta, tapi tak bisa main sepak bola. Bagimana bisa begitu? Jika negara lain bisa bermain sepak bola tanpa penonton, kenapa kita tidak bisa?” sindir pemain berumur 34 tahun tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More