Curhat Bambang Pamungkas Soal Masalah Terbesar Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, menyoroti kondisi sepak bola Indonesia sebagai masalah utama di persepakbolaan tanah air. Hal tersebut diungkapkan striker Persija Jakarta dalam blog pribadi, Minggu (15/6/2019).

Bambang Pamungkas yang sempat memperkuat timnas Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2012 menuangkan aspirasinya mengenai kondisi sepak bola nasional. Striker berusia 39 tahun itu menilai fasilitas, kualitas kompetisi, dan iklim kompetisi sebagai permasalahan utama sepak bola negeri ini.

“Indonesia kita ini memiliki talenta pesepak bola yang luar biasa, hanya saja kita tidak pernah dapat menciptakan sebuah environment yang positif untuk mengantar mereka sampai pada titik tertinggi potensi mereka,” ujar striker lulusan Diklat Salatiga dikutip Football5star.com dari laman blog pribadinya.

Environment yang dimaksud Bepe adalah lingkungan seperti fasilitas dan iklim kompetisi pada usia dini. Lebih lanjut, Bepe menilai pada tahap usia dini itu lah fondasi dasar seorang pesepak bola profesional dibentuk.

Curhat Bambang Pamungkas Soal Kondisi Sepak Bola Indonesia
Sarana dan Prasarana Kurang Mendukung

Bepe sapaan akrab Bambang Pamungkas telah berkarier di sepak bola selama 20 tahun menilai dibutuhkan infrastruktur yang memadai sebagai penunjang pembentukan pemain usia dini. Melalui blog pribadinya, ia mengkritisi minimnya fasilitas pemusatan latihan yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, dana yang dimiliki lebih baik dialokasikan untuk membangun tempat pemusatan latihan daripada mengirim tim berlatih ke luar negeri.

“Saya masih ingat setelah Piala Asia 2007, saya sempat berdiskusi dengan beberapa pengurus PSSI. Sebagai salah satu kapten tim nasional, saya dimintai pendapat mengenai program pengiriman tim usia dini untuk berlatih di luar negeri (Deportivo Indonesia), serupa dengan program Primavera dan Baretti. Di mana program tersebut akan memakan dana katakanlah sekian juta dolar,” ujar Bepe.

“Mengapa uang itu tidak digunakan untuk membuat sebuah training ground dengan fasilitas yang memadai untuk tim nasional? Akan lebih berguna bagi perkembangan sepak bola Indonesia ke depan. Bisa digunakan untuk pemusatan latihan semua level tim nasional,” gumam Bepe ketika itu.

Selain itu, Bambang Pamungkas juga menyimpulkan dalam membangun sebuah timnas dibutuhkan fondasi yang kuat dan proses yang panjang. Lebih lanjut, ia menilai dibutuhkan pola pikir dengan orientasi jangka panjang dari para pemangku sepak bola Indonesia.

Blue print atau konsep-konsep yang dikembangkan tidak hanya untuk masa-masa ketika para pemangku sepak bola tersebut menjabat, tetapi juga untuk pengurus selanjutnya di kepengurusan sepak bola Indonesia pada masa yang akan datang.

Comments
Loading...