Curhat ke Media Asing, Pelatih PSM Bilang PSSI Sepihak Soal Gaji

Football5Star.com – Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak, mencurahkan isi hatinya terkait keputusan PSSI yang membayarkan gaji hanya 25 persen buat pelatih dan pemain. Menurutnya, itu merupakan keputusan sepihak PSSI.

PSSI sudah memutuskan kalau klub-klub boleh membayarkan gaji pelatih dan pemain maksimal 25 persen dari nilai kontrak dalam periode Maret-April-Mei karena penundaan kompetisi. Keputusan itu jua hasil dari duduk bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan klub Liga 1 2020.

Keputusan itu membuat Bojan Hodak kecewa. Dia mengatakan kalau pemangkasan gaji harusnya dibicarakan dengan melibatkan pelatih dan pemain agar adil.

Liga-Indonesia.id

“Mereka (PSSI) mengizinkan klub untuk memberikan gaji makimal 25 persen kepada pemain selama dua bulan ke depan. Tapi anehnya itu tidak dibicarakan dulu dengan perwakilan pemain atau pelatih,” ujar Hodak dikutip New Straits Times.

Pelatih PSM itu jua bicara soal masa depan kompetisi Indonesia di tengah pandemi Corona. Dia menyebut kalau kompetisi ditunda sampai Juni bila pemerintah tak memperpanjang masa darurat. Tapi kalau sebaliknya, liga akan dihentikan.

“PSSI sudah menunda liga Indonesia (Liga 1). Jika situasinya membaik, sepertinya akan digulirkan kembali 1 Juli, tapi beberapa kompetisi mungkin akan dihilangkan,” papar dia.

Sebenarnya, lanjut dia, bukan cuma Indonesia yang menderita sepak bolanya karena masalah ini. Semua klub dunia jelas akan terdampak bila sepak bola tak ada selama tiga bulan.

“Karena mereka kehilangan pemasukan dari tiket, sponsor, dan hak siar. Sepak bola tidak akan sama sekalipun pandemi virus Corona berakhir. Klub membutuhkan waktu setidaknya enam sampai 12 bulan untuk kembali ke jalur keuangan yang baik,” tutup dia.

Bojan HodakLiga 1 2020PSM Makassar